Psikolog BNNK Tarakan Ungkap Alasan Sulitnya Lepas dari Kecanduan Narkoba

  • 29 Mar 2026 19:23 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Banyak masyarakat yang sering kali menghakimi pengguna narkoba sebagai sosok yang lemah tanpa memahami kerumitan medis di baliknya. Psikolog Klinis, Rahma Fitra, M.Psi., menjelaskan bahwa adiksi zat sebenarnya merupakan penyakit otak kronis yang mengubah struktur saraf manusia secara permanen.

Dalam dialog Spada Proaktif Pro 2 RRI Tarakan, Rahma memaparkan bahwa narkoba memanipulasi hormon kebahagiaan (dopamin) hingga berkali-kali lipat secara instan. Hal inilah yang menyebabkan tubuh kehilangan kemampuan alami untuk merasa bahagia tanpa bantuan zat tersebut, sehingga timbul gejala putus zat yang menyiksa.

Rahma juga menyoroti fenomena "kurang edukasi" yang masih marak, seperti penggunaan lem di kalangan anak SD yang sering dianggap mainan biasa oleh orang tua. Ia menceritakan kasus miris anak kelas 6 SD yang mengalami gangguan jiwa permanen akibat mengisap lem sejak kelas 2 SD.

Selain lem, penyalahgunaan obat batuk dalam dosis berlebih hingga menghirup bensin juga menjadi ancaman nyata yang sering diabaikan. Rahma mengingatkan bahwa daya rusak zat inhalansia seperti lem dan bensin sangat cepat menyerang saraf pusat dan organ dalam tubuh.

Mengenai proses pemulihan, Rahma menekankan pentingnya peran lingkungan eksternal. Menurutnya, menuntut pengguna untuk berubah tanpa memperbaiki pola asuh atau lingkungan yang toksik hanya akan memperbesar risiko relapse atau kembali menggunakan zat.

"Kesempatan kedua adalah kolaborasi antara niat internal individu dan dukungan nyata dari orang-orang sekitar," ujar Rahma. Ia mengajak keluarga untuk menciptakan rasa aman bagi para penyintas adiksi agar mereka berani mencari bantuan tanpa rasa takut akan stigma.

Ia juga mengapresiasi langkah BNN yang kini lebih mengedepankan pendekatan terapeutik dan merangkul mantan pengguna sebagai figur pemodelan positif bagi masyarakat. Hal ini terbukti efektif dalam membangun kembali harga diri para penyintas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....