Warga Muhammadiyah Salat Id dengan Khusyuk

  • 20 Mar 2026 08:11 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Meski diguyur hujan, Ratusan warga Muhammadiyah tetap melaksanakan salat Idulfitri di Hall SMA Negeri 1 Tarakan, Kelurahan Karang Balik, Kecamatan Tarakan Barat dengan khusyuk, Kamis (20/3/2026).

Lokasi ini menjadi salah satu dari sejumlah titik pelaksanaan salat Id di Tarakan yang digelar oleh Muhammadiyah. Jemaah berdatangan sejak pukul 06.00 Wita. Tampak juga Ketua Pimpinan Wilayah Persyarikatan Muhammadiyah Kalimantan Utara (Kaltara), H. Syamsi Sarman, sekaligus bertindak sebagai khatib.

Pelaksanaan salat Idul Fitri digelar pukul 07.15 Wita, dengan imam dari alumni Muhammadiyah Boarding School, Andi Khilmi Naufal Magguliga. Dalam khotbahnya, Syamsi Sarman memberikan renungan tentang pentingnya membahagiakan orang yang kurang mampu atau kaum dhuafa di kemenangan ini.

"Bahwa di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita kita punya harta kita punya sedikit uang bahkan hari ini mungkin kita semua bergembira sekecil apapun kita punya sesuatu di rumah tapi saya yakin masih ada orang-orang yang tidak bergembira pada kesempatan hari ini yang mungkin kita tidak lihat maka lewat pesan saya tadi saya ingin setidaknya kita bisa membahagiakan mereka sebisa yang kita punya," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya saling memaafkan sesama manusia. Sebab seseorang bisa merugi di akhirat karena dituntut memiliki dosa kepada orang lain.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 20 Maret 2026, berdasarkan perhitungan Kalender Hijriah Global Total (KHJT) yang telah melihat hilal di sejumlah negara di dunia.

Ada pun hasil sidang isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama pada Kamis malam (19/3/2026) di Jakarta, 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sebab berdasarkan hasil pemantauan hilal yang dilakukan 117 titik di seluruh Indonesia termasuk di Tarakan, Kalimantan Utara, dilaporkan tidak melihat hilal sesuai kriteria MABIMS.

Kriteria MABIMS merupakan kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang digunakan untuk menentukan 1 Syawal (Idulfitri), ditetapkan berdasarkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....