Umat Muslim Diminta Tidak Perdebatkan Perbedaan Jadwal Lebaran
- 19 Mar 2026 09:15 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, H. Hasan Basri mengajak umat muslim tidak memperdebatkan perbedaan 1 Syawal 1447 Hijriah yang menjadi penanda hari raya Idulfitri.
Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026). Sementara Pemerintah Pusat baru akan menggelar rukyatul hilal sekaligus sidang isbat pada Kamis (19/3/2026) untuk menetapkan 1 Syawal.
Jika terjadi perbedaan nantinya, tidak perlu diperdebatkan. Justru menjadi rahmat bagi umat muslim untuk tetap menjaga persatuan. "Perbedaan itu adalah rahmat, perbedaan itu adalah anugerah, apapun itu kita tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Hasan Basri kepada awak media, Rabu (18/3/2026).
"Jadi semua harus bijak dalam menyikapi perbedaan ini tidak perlu karena berbeda waktu berbeda tempat saling ikut sana sini mari kita tetap menjaga kerukuran Islamiyah di sesam umat Islam, tidak perlu dipanjang lebarkan," imbuhnya.
Ia juga menanggapi terkait perayaan Idulfitri dan Nyepi Tahun Baru Saka yang waktunya berdekatan. Senator asal Kaltara ini menilai perayaan dua hari besar keagamaan itu, tidak ada masalah.
"Kebetulan rekan-rekan saya juga ada di Bali yang melaksanakan ibadah Nyepi, malam mereka pada saat Ramadan ini teman-teman yang umat Hindu menjaga masjid-masjid yang ada untuk memudahkan umat muslim melaksanakan salat tarawih toleransinya di sini," ungkap Hasan Basri. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....