Ustazah Ramawati: Ramadan Adalah Madrasah Pendidikan Tauhid

  • 07 Mar 2026 11:47 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Bulan Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah atau bulan edukasi bagi umat Muslim. Ustazah Hj. Ramawati menjelaskan bahwa ibadah puasa secara mendalam mengajarkan pendidikan tauhid, di mana seseorang dilatih untuk merasa selalu diawasi oleh Allah SWT dalam setiap tindakannya.

Pendidikan tauhid ini terlihat saat seseorang mampu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa meski tidak ada manusia lain yang melihat. Keyakinan bahwa Allah Maha Tahu adalah inti dari pendidikan karakter yang sangat kuat, yang jika diterapkan dalam kehidupan keluarga akan menciptakan ketahanan mental yang luar biasa.

Selain tauhid, Ramadan juga mengajarkan pengendalian hawa nafsu, kesabaran, dan kejujuran. Kejujuran pada diri sendiri dan kepada Tuhan menjadi fondasi penting dalam membangun integritas. Ustazah menekankan bahwa setiap ibadah memiliki "ruh", dan ruh dari segala ibadah tersebut adalah keikhlasan.

"Dalam konteks keluarga modern, pendidikan kejujuran ini sering kali terganggu oleh penggunaan teknologi yang tidak bijak. Beliau menyarankan agar setiap anggota keluarga memiliki komitmen untuk memilah tontonan dan informasi yang dikonsumsi, terutama saat sedang menjalankan ibadah puasa agar pahala tidak tergerus,"Ungkap Ustazah Hj. Ramawati, S.Ag., dalam Dialog Ramadan di Porgrama 1 RRI Tarakan dipandu Penyiar Diti Angraini.

Ia juga menyoroti pentingnya membaca Al-Qur'an sebagai sarana meraih ketenangan jiwa. Dengan hati yang tenang, seseorang akan lebih mudah menemukan solusi atas berbagai permasalahan hidup. Al-Qur'an bukan sekadar dibaca, tetapi harus menjadi cahaya yang menerangi suasana di dalam rumah tangga.

Ketahanan keluarga di era digital ini sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai agama diimplementasikan secara konsisten. Ustazah mengajak orang tua untuk menghidupkan kembali suasana religius di rumah, misalnya dengan menyetel bacaan Al-Qur'an atau tausiah singkat guna memberikan stimulus positif pada otak dan hati anak.

Ditegaskan Ustazah Hj. Ramawati, tantangan mendidik keluarga saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan zaman dulu. Oleh karena itu, konsistensi dalam memberikan teladan dan pembiasaan ibadah menjadi kunci utama agar tradisi baik tetap terjaga meski zaman terus berganti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....