Edy Artil Lawan Narkoba lewat Ngaji di Selumit
- 25 Feb 2026 13:18 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Sosok Edy Artil menjadi lentera harapan bagi warga Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan, di tengah bayang-bayang kelam peredaran narkoba yang sempat menjamur. Sebagai tokoh masyarakat, ia merasa prihatin melihat anak-anak di lingkungannya dimanfaatkan oleh sindikat narkoba sebagai informan atau mata-mata untuk memantau pergerakan aparat.
Tergerak oleh rasa kemanusiaan, Edy memutuskan untuk menginisiasi gerakan mengaji sebagai benteng moral bagi generasi muda agar tidak terjerumus lebih dalam ke dunia hitam tersebut.
Metode yang dipilih Edy tergolong unik namun menyentuh akar persoalan, yakni melalui pendekatan spiritual dan pendidikan agama yang humanis. Ia meyakini bahwa dengan mengajarkan Al-Qur'an dan nilai-nilai kejujuran, anak-anak akan memiliki kecerdasan emosional untuk membedakan hal baik dan buruk secara mandiri.
Fokus utamanya bukan sekadar memberantas secara fisik, melainkan memberikan alternatif kegiatan yang positif agar perhatian anak-anak teralihkan dari pengaruh negatif lingkungan sekitar.
Perjuangan ini dimulai dari langkah kecil di kediaman pribadinya yang sederhana dengan hanya lima orang santri sebagai murid pertama. Namun, karena dedikasinya yang tulus dan tanpa memungut biaya sepeser pun, jumlah peminat melonjak drastis hingga mencapai puluhan anak.
Rumahnya sempat sesak karena dipenuhi santri yang belajar hingga ke teras dan kamar, sebelum akhirnya aktivitas belajar mengajar dipindahkan ke Masjid Alma'ruf untuk menampung lebih banyak jemaah.
Kini, terdapat sekitar 77 santri aktif yang rutin mengikuti kegiatan belajar mengaji di bawah bimbingan Edy dan beberapa tenaga pengajar sukarela lainnya. Selain belajar membaca huruf hijaiyah, anak-anak juga dibekali dengan hafalan doa harian dan materi Dinul Islam untuk memperkuat fondasi akidah mereka. Edy mengaku sangat bangga melihat antusiasme anak-anak yang kini lebih memilih memegang buku iqra daripada keluyuran di area rawan transaksi narkoba.
Meski wilayah Selumit Pantai kini telah ditetapkan sebagai "Kampung Bersinar" atau Bersih Narkoba, Edy mengakui bahwa tantangan operasional masih sering menghampiri. Selama ini, kebutuhan alat tulis, meja belajar, hingga insentif pengajar masih bergantung pada bantuan donatur dan swadaya, termasuk dukungan dari pihak Polres Tarakan. Ia berharap ke depannya ada perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan taman pendidikan Al-Qur'an yang ia kelola bersama sang istri.
Kehadiran sosok Edy Artil di Selumit Pantai membuktikan bahwa peran masyarakat sangat krusial dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di tingkat akar rumput. Ia tidak hanya menjadi guru ngaji, tetapi juga menjadi pelindung bagi anak-anak yang rentan dieksploitasi oleh para pengedar.
Keberhasilannya merangkul anak-anak informan menjadi santri yang berakhlak merupakan prestasi kemanusiaan yang sangat berarti bagi keamanan dan ketertiban di wilayah pesisir Tarakan tersebut.
Menutup perbincangannya, Edy berpesan agar seluruh elemen masyarakat dan aparat tetap konsisten serta tidak kendor dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran narkoba.
Ia berharap generasi penerus di kampungnya bisa tumbuh sehat tanpa ketergantungan zat terlarang dan mampu meraih masa depan yang lebih cerah. Baginya, melihat anak-anak mampu mengaji dengan fasih adalah upah yang jauh lebih berharga daripada materi apa pun di dunia ini. (ADR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....