Jangan Lewatkan! Ustaz Sultan Halim Bocorkan Waktu Emas Doa di Ramadhan
- 24 Feb 2026 12:52 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, melainkan bulan penuh dengan "Waktu Emas" di mana setiap doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Ustaz Sultan Halim mengingatkan umat Muslim di Tarakan untuk memanfaatkan momen-momen istimewa ini guna meraih derajat mukmin yang paripurna.
Waktu emas pertama yang sering terabaikan adalah saat sahur. Ustaz Sultan menyarankan agar waktu makan sahur tidak hanya diisi dengan urusan fisik, tetapi juga diiringi dengan doa untuk keluarga, anak-anak, dan kelancaran rezeki. Menurutnya, doa di waktu sahur memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah.
Waktu krusial lainnya adalah setelah salat Subuh dan menjelang berbuka puasa. Ustaz Sultan menyayangkan jika waktu-waktu produktif secara spiritual ini hanya diisi dengan tidur atau bermain HP. Ia mendorong jemaah untuk meluangkan waktu 5 hingga 10 menit khusus untuk berzikir dan fokus memohon kepada Sang Pencipta.
Selain waktu harian, terdapat malam Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir Ramadhan yang lebih baik dari seribu bulan. "Kita tidak tahu pasti kapan turunnya, namun ikhtiar dan kesungguhan kita dalam beribadah di sepanjang bulan ini akan menjadi jalan untuk mendapatkan kemuliaan malam tersebut," jelasnya.
Menjadi mukmin yang paripurna juga berarti menghidupkan Al-Qur'an secara tartil dan tadabbur. Ustaz Sultan Halim menyarankan agar membaca Al-Qur'an dilakukan dengan perasaan dan pemahaman makna, bukan sekadar mengejar kecepatan khatam, agar pesan-pesan ilahi dapat meresap ke dalam sanubari.
Zikir juga memegang peranan penting dalam menenangkan batin di tengah hiruk-pikuk kebutuhan hidup yang meningkat selama Ramadhan. Dengan memperbanyak istigfar dan kalimat tayyibah, seorang mukmin akan merasa lebih tenang karena menyadari bahwa setiap permasalahan pasti memiliki solusi dari Allah SWT.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa kesempurnaan iman hanya milik Allah, namun manusia wajib berusaha mendekatinya. Dengan menjaga konsistensi salat lima waktu dan menambah amalan sunah, setiap hamba memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi mukmin yang berkualitas dan dicintai oleh-Nya. (Rst)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....