Isu Gempa Bumi, BPBD Ajak Warga Bersikap Tenang
- 23 Feb 2026 09:49 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Melalui siaran langsung Program Halo RRI di kanal YouTube, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan Yonsep menjelaskan isu gempa bumi yang mengintai wilayah Bumi Paguntaka.
Penjelasan ini untuk memberikan rasa aman sekaligus edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam kepanikan yang berlebihan akibat informasi simpang siur.
Ia menekankan bahwa letak geografis Tarakan memang berada di jalur pertemuan lempeng yang aktif secara tektonik. Namun, warga diminta melihat kondisi ini sebagai bagian dari adaptasi hidup di wilayah pesisir yang selalu diiringi dengan kewaspadaan tinggi setiap harinya.
"Kunci utama dalam menghadapi bencana bukanlah rasa takut, melainkan kesiapsiagaan dari tingkat rumah tangga masing-masing. Pentingnya memahami konstruksi bangunan serta mengetahui jalur evakuasi mandiri yang telah disediakan oleh pemerintah daerah untuk keselamatan warga saat terjadi guncangan hebat," jelasnya, belum lama ini.
Seorang pendengar sempat bertanya mengenai kebenaran informasi potensi gempa susulan yang lebih besar beredar di media sosial. Menanggapi hal itu, Kepala BPBD dengan tegas meminta masyarakat untuk hanya memercayai informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks.
Pendekatan humanis terasa ketika Yonsep menceritakan bagaimana petugas BPBD bekerja siang dan malam untuk memantau situasi. Rasa empati terhadap warga yang trauma menjadi landasan utama bagi BPBD terus memberikan trauma healing dan sosialisasi mitigasi secara berkala ke setiap sudut perkampungan warga.
Kepala BPBD juga mengapresiasi masyarakat Tarakan yang sejauh ini dinilai cukup tenang dan mulai memahami pentingnya simulasi bencana secara mandiri. Kerja sama yang baik antara pemerintah dan warga menjadi modal sosial yang sangat besar dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
"Kami mengingatkan agar setiap keluarga memiliki tas siaga bencana yang berisi kebutuhan pokok darurat untuk waktu singkat. Hal-hal kecil seperti ini dianggap sangat krusial dalam menyelamatkan nyawa karena respon cepat pada menit-menit pertama saat gempa terjadi sangatlah menentukan keselamatan diri kita dan keluarga tercinta," pesan Yonsep.
Sebagai penutup, Kepala BPBD Tarakan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi bagi seluruh jajaran pemerintah kota. Melalui semangat gotong-royong dan kesadaran kolektif, Kota Tarakan diharapkan dapat menjadi daerah yang tangguh. Kemudian selalu siap siaga dalam menghadapi segala tantangan bencana alam di masa depan. (Andrey/sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....