Gengsi Jadi Pemicu Gen Z Terjerat Pinjaman Online

  • 18 Feb 2026 20:46 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Fenomena pinjol kini tidak lagi hanya menyasar orang dewasa, tetapi sudah merambah ke kalangan milenial hingga Gen Z. Ferlina Wijaya, Akademisi Politeknik Bisnis Kaltara, melihat faktor gengsi dan keinginan untuk tampil hebat secara sosial sebagai pemicu utama tren ini.

Dalam siaran Beranda Astacita, Ferlina menyebutkan bahwa kebutuhan akan self-reward yang berlebihan dan gaya hidup nongkrong di kafe sering kali tidak sebanding dengan pendapatan. Alhasil, saat dana menipis, iklan pinjol yang menjanjikan cair dalam semenit menjadi pelarian instan.

"Anak muda sekarang ingin terlihat hebat dan bisa memenuhi segala kepuasan pribadinya. Mindset ini yang perlu diperbaiki melalui literasi digital sejak dini," ujar Ferlina menanggapi fenomena tingginya pengguna pinjol di kalangan muda.

Ia menyarankan agar Gen Z mulai melirik pekerjaan sampingan daripada mengandalkan pinjaman untuk memenuhi gaya hidup. Menurutnya, menjadi keren tanpa pinjol sangat mungkin dilakukan jika seseorang mampu membatasi keinginan dan fokus pada kebutuhan pokok.

Ferlina juga menyoroti kemunculan fitur Paylater di berbagai aplikasi belanja yang memberikan ilusi kemudahan belanja sekarang bayar nanti. Meski beberapa fitur ini dianggap lebih aman karena memiliki verifikasi data yang jelas, tetap saja perilaku "gali lubang tutup lubang" harus dihindari.

Dampaknya tidak main-main, tekanan mental akibat kejaran debt collector bahkan bisa berujung pada tindakan fatal. Ferlina mengingatkan kasus karyawan yang depresi hingga bunuh diri akibat ancaman dari pinjol ilegal yang menyebarkan data ke kerabat.

Edukasi dari lingkup keluarga dianggap sebagai benteng pertahanan pertama. Orang tua berperan penting menanamkan tanggung jawab bahwa setiap pinjaman adalah hutang yang wajib dikembalikan, bukan dana gratis yang bisa dinikmati tanpa konsekuensi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....