Wawali : Sekolah Lansia Jadi Solusi Kembali Produktif

  • 13 Feb 2026 15:09 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Hadirnya Sekolah Nusantara Ramah Lansia (Nurani) yang digagas Yayasan Almarhamah, dinilai salah satu solusi meningkatkan angka harapan hidup di Kota Tarakan.

Terutama sebagai langkah strategis dalam pemberdayaan lansia agar tetap memiliki fungsi sosial di tengah masyarakat. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan, Ibnu Saud usai menghadiri wisuda 30 lansia jenjang Standar Satu (S1) Sekolah Nurani di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (12//2/2026).

"Panti jompo maupun sekolah lansia ini bisa membuat mereka memiliki kerekatan sosial lagi. Selain itu supaya kita tahu apa yang mereka mau. Karena kalau di rumah kadang-kadang membatasi ruang gerak orang tua. Padahal, Kalau di sekolah, mereka merasa dihargai, memiliki aktivitas, dan melakukan berbagai kegiatan yang mungkin belum pernah mereka lakukan sebelumnya,"' ujarnya.

Menurutnya, di lingkungan sekolah, para lansia dapat mengikuti berbagai kegiatan. Seperti menggambar, membersihkan lingkungan dan aktivitas lain dengan penuh keceriaan.

Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari proses menghidupkan kembali peran dan fungsi sosial.

Banyak orang lansia di dunia masih produktif, di antaranya menjadi pemimpin daerah dan negara. Semangat itulah yang ingin dihadirkan melalui sekolah ini agar para lansia tetap efektif, berdaya, dan mampu mengisi ruang-ruang pembangunan sesuai kapasitasnya.

Ibnu Saud juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Al-Marhamah bersama Yayasan AYS yang telah menggagas program tersebut. Ia mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai elemen, termasuk komunitas pemberdayaan perempuan.

Pemerintah Kota Tarakan siap mengambil peran sesuai kebutuhan, baik sebagai pendukung, pendorong, maupun pelaksana utama program. Peran pemerintah sebagai regulator dapat diwujudkan dengan prinsip kepemimpinan yang adaptif berada di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat bersama dan di belakang untuk memberikan dorongan.

Ia mengungkapkan kepedulian terhadap lansia sejatinya merupakan investasi sosial, mengingat setiap orang yang diberi umur panjang pada akhirnya akan memasuki fase tersebut. Tingkat kepedulian hari ini akan menentukan bagaimana negara dan masyarakat memperlakukan lansia di masa mendatang. (Rajab/sti)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....