"Jaksa Masuk Sekolah", Perkuat Pendidikan Karakter Siswa
- 12 Feb 2026 22:14 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tana Tidung - Program Jaksa Masuk Sekolah dinilai memperkuat pendidikan karakter siswa. Bahkan, dapat meningkatkan kesadaran hukum sejak dini.
"Melalui program Jaksa Masuk Sekolah ini, para pelajar dapat semakin memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan. Jadi mampu menjauhi perilaku yang melanggar hukum dan menjadi generasi yang cerdas serta berintegritas," ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, SH, saar membuka kegiatan Penerangan dan Penyuluhan Hukum Program Jaksa Masuk Sekolah di Aula Bank Kaltimtara, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan bertema “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman” ini menghadirkan narasumber dari tim jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan. Materi yang disampaikan meliputi isu penyalahgunaan media sosial, perundungan (bullying), kekerasan seksual, serta bahaya narkotika di kalangan pelajar.
Dalam sambutannya, Arman Jauhari menekankan bahwa perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat dalam dunia pendidikan. Media sosial, dapat menjadi sarana belajar, berbagi informasi, serta mengembangkan kreativitas peserta didik. “Namun di sisi lain, jika tidak digunakan secara bijak, media sosial dapat menjadi ruang terjadinya perundungan (bullying), penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta pelanggaran hukum,” bebernya.
Ia menegaskan bahwa perundungan, baik secara langsung maupun melalui dunia maya, bukanlah persoalan sepele. Dampaknya sangat serius, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, hingga memengaruhi prestasi belajar peserta didik.
Untuk itu, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.
“Saya menegaskan bahwa dinas pendidikan berkomitmen memperkuat pendidikan karakter di satuan pendidikan, mendorong sekolah membangun budaya saling menghargai dan meningkatkan literasi digital. Tujuannya agar peserta didik menjadi cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial, serta menindak tegas setiap bentuk kekerasan maupun perundungan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Arman.
Ia juga berpesan kepada siswa agar memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif, seperti berbagi prestasi, menyebarkan inspirasi, dan memperluas wawasan. “Jangan gunakan media sosial untuk menghina, mengejek, atau mempermalukan orang lain,” pesannya.
Pemkab Tana Tidung berharap melalui kegiatan ini dapat tumbuh kesadaran bersama bahwa menghormati antar sesama dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi merupakan bagian dari karakter pelajar yang berakhlak mulia serta berprestasi. (CRZ/Sti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....