Hidup Bahagia Dimulai dari Tuntunan Tuhan
- 09 Feb 2026 13:29 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID , Tarakan – Memasuki awal 2026, ketidakpastian masa depan masih menjadi kegelisahan bagi sebagian masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pdp. Yunus Samaah, S.Th., M.Ag., mengingatkan bahwa kunci hidup bahagia adalah berjalan dalam tuntunan Tuhan.
Pesan tersebut disampaikannya dalam program Religi Pagi Kristen RRI Tarakan dengan tema “Berkat Hidup dalam Tuntunan Tuhan”, Minggu (08/02/2026).
Dalam renungannya, Pdp. Yunus mengajak pendengar untuk menjadikan Mazmur : 23 sebagai dasar iman dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman.
Ia menegaskan hidup dalam tuntunan Tuhan bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sebaliknya, Tuhan menghargai setiap kerja keras yang dilakukan umat-Nya dengan hati yang benar.
“Tuhan menghargai kerja keras kita. Namun jerih lelah yang dituntun Tuhan tidak akan berakhir sia-sia. Apa pun yang kita lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan,” ungkapnya.
Pdp. Yunus menuturkan bahwa berkat Tuhanlah yang menjadikan seseorang berkecukupan tanpa harus mengorbankan ketenangan jiwa. Di tengah perkembangan teknologi maupun dinamika dunia yang semakin cepat, pentingnya individu memiliki kepastian iman.
Identitas sebagai domba yang berada di bawah tuntunan Gembala baik akan membawa ketenangan dalam menghadapi berbagai perubahan.
Ia juga mengingatkan bahwa kepastian hidup sejati tidak bersumber dari situasi yang aman dan materi semata, melainkan dari Tuhan yang setia menuntun umat-Nya ke jalan benar. Oleh karena itu, setiap pekerjaan serta rencana hidup hendaknya selalu diawali dengan doa, bukan hanya mengandalkan kemampuan maupun keterampilan pribadi.
Menutup renungan, Pdp. Yunus menyampaikan doa bagi bangsa dan negara, termasuk dari tingkat pusat hingga Pemerintah Kota Tarakan. Ia berharap para pemimpin senantiasa diberikan hikmat dalam mengambil keputusan dan melayani masyarakat.
“Tahun baru bukan hanya tentang rencana baru, tetapi tentang siapa yang memimpin hidup kita. Biarlah Tuhan yang menuntun langkah kita dan keluarga setiap hari,” tuturnya.
Program religi ini diharapkan dapat menjadi penguatan iman sekaligus sumber optimisme bagi masyarakat Tarakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh damai dan pengharapan. (Ren/sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....