Merinding, Benarkah Karena Ada Hantu?
- 03 Feb 2026 01:55 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Merinding merupakan sensasi yang umum dialami manusia, ditandai dengan berdirinya bulu-bulu halus di kulit. Di masyarakat, kondisi ini kerap dikaitkan dengan kehadiran makhluk halus atau hal mistis, terutama ketika terjadi secara tiba-tiba di situasi tertentu.
Namun, secara ilmiah, merinding dikenal dengan istilah piloerection. Kondisi ini terjadi akibat reaksi sistem saraf otonom yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti suhu dingin, emosi kuat, rasa takut, stres, hingga respons terhadap suara atau perasaan tertentu. Otot kecil di bawah kulit berkontraksi dan menyebabkan rambut berdiri, sebagai mekanisme pertahanan tubuh.
Para ahli menjelaskan bahwa reaksi ini merupakan sisa mekanisme evolusi manusia purba. Pada masa lalu, bulu yang berdiri membantu nenek moyang manusia terlihat lebih besar saat menghadapi ancaman dan membantu menahan panas tubuh. Meski manusia modern tidak lagi membutuhkan fungsi tersebut, respons biologisnya masih tersisa hingga kini.
Terkait anggapan bahwa merinding disebabkan oleh kehadiran hantu, para pakar menilai hal tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis dan budaya. Sugesti, rasa takut, serta lingkungan yang sunyi atau gelap dapat memicu respons tubuh tanpa adanya stimulus nyata. Dengan demikian, merinding lebih tepat dipahami sebagai reaksi alami tubuh, bukan bukti keberadaan makhluk tak kasatmata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....