Perjalanan Wig dari Awal Tercipta Hingga Masa Kini
- 03 Feb 2026 01:52 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Rambut palsu atau wig memiliki sejarah panjang yang telah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu. Berdasarkan catatan British Museum dan The Metropolitan Museum of Art, penggunaan wig pertama kali tercatat di Mesir Kuno sekitar 3400–3000 SM, ketika bangsawan dan pejabat kerajaan mencukur rambut kepala demi kebersihan, lalu mengenakan wig sebagai pelindung dari panas dan simbol status sosial.
Pada masa tersebut, wig dikenakan oleh kalangan elit, termasuk para firaun. Artefak dan makam kuno, seperti milik Firaun Tutankhamun (1332–1323 SM), menunjukkan penggunaan wig yang dibuat dari rambut manusia, wol, dan serat tumbuhan. Encyclopaedia Britannica mencatat bahwa selain fungsi praktis, wig juga memiliki makna religius dan kultural dalam berbagai upacara Mesir Kuno.
Seiring waktu, penggunaan rambut palsu menyebar ke Yunani dan Romawi Kuno sekitar abad ke-5 SM hingga abad ke-2 M, sebelum mencapai puncak popularitasnya di Eropa pada abad ke-17. Arsip Victoria and Albert Museum (V&A) London mencatat bahwa Raja Louis XIV dari Prancis mulai mengenakan wig besar sekitar tahun 1655, setelah mengalami kerontokan rambut. Tren ini kemudian diikuti oleh bangsawan, hakim, dan pejabat pemerintahan sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan.
Memasuki era modern, fungsi wig mengalami pergeseran. Berdasarkan arsip sejarah mode Eropa dan jurnal medis, sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, rambut palsu tidak lagi sekadar penanda status sosial, melainkan berkembang sebagai kebutuhan estetika dan medis.
Hingga kini, wig digunakan secara luas dalam dunia mode, seni pertunjukan, serta sebagai alat bantu bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, menandai evolusi panjang sebuah penemuan yang terus beradaptasi dengan kebutuhan manusia. RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....