Istighfar, Kunci Tobat dan Hidup Tenang
- 30 Jan 2026 09:33 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Dosa dan kesalahan seringkali menjadi "duri" atau penghalang yang membuat seseorang merasa berat dan malas untuk melakukan ketaatan. Dengan beristigfar, hati disucikan sehingga Allah memberikan taufik (pertolongan) dan kemudahan bagi seorang hamba untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan ringan. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Mukhsin, S.Ag dalam Religi Pagi Islami Pro1 Senin (26/1/2026).
Ustadz Mukhsin juga mengutip hadist bahwa Allah SWT senantiasa membuka "tangan-Nya" (pintu tobat) siang dan malam bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya. Sekalipun dosa seseorang setinggi langit, Allah berjanji akan mengampuni jika hamba tersebut mau bertobat dengan sungguh-sungguh.
Ustadz Mukhsin juga menyampaikan bahwa terdapat keutamaan dalam istighfar. Mengutip pandangan Ibnu Katsir dan Ibnul Qayyim, istigfar membawa dampak nyata dalam hidup yaitu melapangkan rezeki dan memudahkan segala urusan yang sulit,menenangkan jiwa yang galau dan memberikan kekuatan saat lemah. Jika Allah sudah memaafkan seorang hamba melalui istigfarnya, maka kebutuhan hamba tersebut akan dipenuhi oleh Allah bahkan tanpa diminta.
Ustadz Mukhsin juga menjelaskan cara mempraktikkan istighfar ditengah kesibukan, istigfar tidak harus dilakukan di tempat khusus namun bisa dilakukan sambil bekerja, berkendara, atau mencuci kecuali di dalam WC atau kamar mandi. Ustadz Mukhsin menyarankan untuk memiliki target harian. Mengingat Nabi Muhammad SAW yang maksum saja beristigfar minimal 70 kali sehari, kita sebagai manusia biasa seharusnya melakukan lebih banyak dari itu.
Ia juga mengatakan bahwa Istigfar jangan hanya di bibir, tapi harus dihayati maknanya. Rasakan kehinaan dan kelemahan diri di hadapan Allah yang Maha Besar. Seseorang akan merasakan ketenangan hati yang luar biasa, urusan hidup terasa lebih mudah, dan hubungan dengan keluarga (anak-anak) menjadi lebih harmonis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....