Lesung Pipi : Kelainan Genetik nan Menarik
- 10 Nov 2025 22:15 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Siapa yang tidak terpikat dengan lesung pipi? Ciri khas berupa cekungan kecil di pipi saat tersenyum ini sering dianggap sebagai simbol manis dan menawan. Di balik pesonanya, lesung pipi sebenarnya merupakan hasil dari perbedaan struktur otot wajah yang diwariskan secara genetik.
Secara medis, lesung pipi muncul karena adanya variasi pada otot wajah bernama zygomaticus major, yaitu otot yang berperan menggerakkan sudut mulut saat tersenyum. Pada sebagian orang, otot ini terbelah menjadi dua bagian, sehingga ketika tersenyum, kulit di atasnya tertarik dan membentuk cekungan kecil di pipi.
Lesung pipi juga sering disebut sebagai “kelainan genetik ringan”, namun bukan dalam arti negatif. Justru, variasi genetik ini menambah daya tarik penampilan seseorang.
Sifat lesung pipi biasanya diturunkan secara dominan, artinya jika salah satu orang tua memiliki lesung pipi, peluang anak untuk memilikinya juga cukup besar.
Selain di pipi, sebagian orang memiliki lesung di dagu, yang disebabkan oleh perbedaan bentuk tulang dan jaringan di area dagu bawah. Fenomena ini pun sama-sama dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Meski banyak orang menganggap lesung pipi sebagai tanda kecantikan alami, beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor budaya juga ikut memperkuat persepsi ini.
Di berbagai negara, terutama di Asia, senyum dengan lesung pipi kerap diasosiasikan dengan keramahan, kebahagiaan, dan daya tarik sosial yang tinggi.
Bahkan, tren kecantikan modern sempat melahirkan prosedur kosmetik bernama “dimpleplasty”, yaitu operasi kecil untuk membuat lesung buatan. Namun, para ahli mengingatkan agar prosedur ini dilakukan dengan hati-hati karena melibatkan otot wajah yang sensitif. RV
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....