Persyaratan Menjadi Anggota TNI AD
- 28 Sep 2025 19:54 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : TNI AD merupakan alat negara yang berfungsi sebagai alat pertahanan, utamanya untuk menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah darat. Tentunya untuk menjadi bagian dari TNI AD seseorang haruslah mengikuti serangkaian tes dan kualifikasi perekrutan untuk akhirnya benar-benar bisa menjadi anggota TNI AD.
Perekrutan prajurit TNI AD dibuka melalui tiga jalur utama: Tamtama, Bintara, dan Perwira. Masing-masing jalur memiliki kriteria dan hasil lulusan yang berbeda. Jadwal rekrutmen disesuaikan oleh Mabes TNI AD. Karena adanya penambahan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Indonesia, kebutuhan personel meningkat. Akibatnya, rekrutmen yang biasanya setahun sekali kini bisa menjadi dua hingga tiga kali, bahkan berpotensi setiap triwulan.
Komandan Kodim 0907/trk Letkol Inf Syaiful Arif, S.Sos., M.Han mengatakan bahwa calon prajurit wajib menyiapkan diri secara fisik, mental/psikologi, dan kesehatan. Ia juga mengatakan bahwa kebanyakan pendaftar gagal di tahap Kesehatan karena tuntutan tugas yang luar biasa mengharuskan prajurit dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
Sementara untuk persyaratan dan proses seleksi rekrutmen yaitu :
- Warga Negara Indonesia, beriman dan bertakwa, serta setia kepada NKRI.
- Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan saat mendaftar (minimal 18 tahun saat pendidikan dimulai).
- Sehat jasmani dan rohani, serta bebas narkoba.
- Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan dan tidak memiliki catatan kriminalitas dari Kepolisian (memerlukan SKCK).
- Belum pernah menikah.
- Tinggi badan Bintara Pria minimal 163 cm, Bintara Wanita Sekitar 157 cm dan Tamtama minimal 158 cm
- Semua calon harus lulus pemeriksaan dan pengujian administrasi, kesehatan, jasmani (lari, push up, pull up, sit up), mental ideologi, psikologi, dan akademik.
Letkol Inf Syaiful Arif juga mengatakan bahwa semua memiliki peluang yang sama. Perbedaan hanya pada alokasi kuota yang telah ditentukan oleh Angkatan Darat untuk setiap daerah. Prioritas diberikan kepada putra-putri daerah yang memenuhi semua persyaratan.
Komandan Syaiful Arif dengan tegas menyatakan bahwa pendaftaran TNI AD gratis dan tidak dipungut biaya sepeser pun. Isu mengenai pungutan biaya harus segera dibuang jauh-jauh. Jika ada oknum yang mengaku bisa meluluskan dengan imbalan biaya, masyarakat diminta untuk segera melaporkannyakepada pihak yang berwenang, seperti Komandan Satuan terdekat atau Polisi Militer.
Ia juga turut berpesan bahwa percaya pada kemampuan diri sendiri, percaya pada doa orang tua, dan percaya pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jangan terpengaruh isu. Fokus pada peningkatan kemampuan fisik, mental, dan akademik. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Introspeksi kekurangan dan coba lagi di tahun berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....