Bukan Keris, Ini Alutsista Andalan Majapahit Satukan Nusantara
- 03 Des 2024 20:09 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Dahulu saat Majapahit Menyatukan Nusantara yang begitu luas tidak hanya dengan tentara yang tangguh, kapal Jung, panglima Perang yang handal namun juga dengan alutsista canggih
alutsista canggih milik Majapahit itu namanya Cetbang, senjata ini digunakan oleh tentara darat dan laut Majapahit.
Cetbang menjadi senjata andalan majapahit selama 200 tahun lebih (1293-1527 M). Dalam buku Keris and Other Malay Weapons karya Gerald Gardner, dikatakan bahwa istilah Cetbang juga dikenal sebagai Bedil.
Teknologi bubuk mesiu masuk ke Nusantara diperkirakan telah dikenal saat serangan Mongol ke Jawa pada tahun 1293. Buku Sejarah Dinasti Yuan (Yuan Shi) mencatat, pasukan Mongol-Cina menggunakan senjata bernama pao atau p'au sebelum menyerang Daha (sekarang Kediri).
Setelah serangan dari pasukan Kubilai Khan yang dipimpin oleh Ike Mese yang bekerjasama dengan Raden Wijaya (Pendiri Majapahit) untuk menggulingkan Kertanegara, teknologi senjata mesiu akhirnya mulai dipakai.
Melansir jurnal sejarah Antara Cerita dan Sejarah: Meriam Cetbang Majapahit karya Muhammad Averoes, senjata ini diperkirakan pertama kali dibuat dari bahan perunggu. Baru pada awal abad ke-16, Catbang mulai dibuat dari besi cor dan memiliki berbagai variasi ukuran mulai dari 1-3 meter. Raffles dalam buku The History of Java menyebutkan, meriam telah banyak digunakan di Jawa khususnya Majapahit khususnya sejak masa Majapahit.
Panglima angkatan laut Majapahit yang terkenal dengan meriam Cetbang adalah bangsawan dari pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Hayam Wuruk bernama Mpu Nala.
Dalam Kakawin Negarakertagama, Mpu Nala mendapat gelar “Wira Mandalika”. Gelar ini disandang setelah jasanya atas perluasan wilayah Majapahit. Dalam Wirama 72 bait 2-3 disebutkan, ia sebagai keturunan orang cerdik yang mampu menghancurkan musuh di Dompu, Nusa Tenggara Barat.
Dalam kapal-kapal perang Majapahit yang disebut Jong Majapahit, biasanya ditempatkan Cetbang dengan ukuran 3 meter. Cetbang dipasang sebagai meriam tetap atau meriam putar. Sedangkan Cetbang ukuran 1 meter umumnya berupa meriam tangan yang digunakan oleh setiap prajurit Majapahit di darat atau di kapal-kapal kecil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....