Simulasi TTX Karhutla, Pemkot Tarakan Dorong Kesiapsiagaan
- 01 Okt 2026 19:39 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), menggelar simulasi atau gladi kesiapsiagaan Table Top Exercise (TTX) untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Ruang Pertemuan Mess Melati PT. Pertamina EP di Tarakan, Kamis (1/10/2026).
Tujuannya untuk meningkatkan koordinasi antar instansi dalam menghadapi potensi bencana Karhutla yang kerap terjadi di wilayah Bumi Paguntaka. Langkah proaktif ini diambil mengingat Kota Tarakan memiliki karakteristik geografis dan iklim yang rentan terhadap bencana Karhutla, terutama saat musim kemarau tiba.
Melalui TTX, berbagai skenario darurat diuji coba di atas kertas untuk mematangkan respon cepat dan efisien dari seluruh pemangku kepentingan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekertaris Daerah Tarakan, Abdul Aziz, yang memberikan arahan dan masukan strategis kepada para peserta. Kehadiran beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan keselamatan warga dari ancaman karhutla.
“Musibah kebakaran hutan dan lahan, atau bencana lainnya. Itu tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD, akan tetapi ini sudah menjadi urusan bersama,” tegasnya.
Peserta yang hadir di antaranya unsur TNI, Polri, camat, lurah dan pihak terkait padas ektornya masing-masing. Keikutsertaan semua unsur menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan stakeholder lainnya dalam penanggulangan bencana.
Selain itu, perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan elemen masyarakat juga berpartisipasi aktif dalam diskusi TTX. Kolaborasi multi-sektor ini diharapkan dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan komprehensif.
Materi simulasi yang dibahas mencakup tahapan penanganan Karhutla, mulai dari deteksi dini, sistem komando di lapangan, strategi pemadaman api, hingga proses evakuasi dan pasca-bencana. Setiap langkah dianalisis secara mendalam untuk mencari celah perbaikan.
Penyelenggaraan gladi kesiapsiagaan ini diharapkan tidak hanya menjadi formalitas semata, melainkan momentum peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan riil seluruh pihak.
Jika terjadi bencana Karhutla yang sebenarnya, Kota Tarakan dapat menanganinya dengan cepat, tepat, dan meminimalisir dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat. (adr)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....