BMKG Ungkap Curah Hujan Tarakan Belum Merata
- 30 Sep 2026 10:47 WIB
- Tarakan
Poin Utama
- Kentongan
RRI.CO.ID, Tarakan - Data klimatologi yang menunjukkan bahwa pada bulan Agustus lalu curah hujan di Tarakan hanya mencapai 108 milimeter dan sempat mengalami hari tanpa hujan terpanjang selama 10 hari berturut-turut, sehingga wilayah tersebut masuk dalam kategori mengalami musim kemarau singkat.
Kepala BMKG Kota Tarakan, Muhammad Hilmi, yang menjelaskan bahwa dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, wilayah Tarakan mencatat intensitas curah hujan terendah pada bulan Agustus, September, dan Februari akibat adanya intervensi fenomena iklim global El Nino. (Selasa, 29/09)
Sebaran awan hujan di lapangan saat ini masih belum merata di seluruh wilayah Kota Tarakan, yang menyebabkan beberapa kawasan masih memiliki tingkat kemudahan kebakaran lapisan atas yang cukup tinggi meskipun sebagian wilayah lainnya telah diguyur hujan.
Lebih lanjut bahwa tren curah hujan di Kalimantan Utara dan Tarakan diprediksi akan terus berangsur-angsur meningkat dengan puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan November hingga Desember mendatang secara menyeluruh.
Ia juga mengingatkan "peralihan menuju puncak musim hujan di akhir tahun juga membawa potensi ancaman bencana hidrometeorologi lainnya yang patut diwaspadai secara dini, seperti risiko terjadinya tanah longsor, banjir genangan, serta terjangan angin kencang di beberapa wilayah rawan."
Koordinasi lintas instansi yang cepat dan berlapis melalui penyampaian peringatan dini secara berkala kepada pemerintah daerah sangat diperlukan guna mengantisipasi segala bentuk potensi bencana yang mengancam keselamatan warga di Bumi Paguntaka.
"Ayo selalu mengecek level kemudahan kebakaran, artinya itu jadi landasan untuk kita bertindak di lapangan terutama untuk yang kaitannya dengan pembukaan lahan" tutupnya. (adr)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....