Penyuluh Kemenag Tarakan Gaungkan Demokrasi Berbasis Dharma

  • 15 Sep 2026 12:14 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Tarakan, Aditya Dhammajaya, S.Ag, menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kerukunan berbangsa melalui program Mimbar Agama Buddha di RRI Pro 1 Tarakan. Dalam siaran tersebut, beliau menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan dan nilai ajaran agama harus senantiasa berjalan selaras demi menjaga stabilitas sosial di tengah ketegangan politik.

Menurut Aditya, dinamika politik modern sering kali diwarnai oleh riuhnya perdebatan di media sosial yang kerap memicu polarisasi di tengah masyarakat. Hal tersebut berpotensi memecah belah keharmonisan antar warga jika tidak disikapi dengan pikiran yang dingin dan penuh kesadaran spiritual.

Beliau menjelaskan bahwa ajaran Buddha Dharma sebenarnya telah lama mengajarkan prinsip-prinsip musyawarah dan keterbukaan yang selaras dengan nilai demokrasi Pancasila. Sejak zaman Sang Buddha, tata kelola komunitas Sangha telah mempraktikkan pengambilan keputusan secara bersama dengan menghormati perbedaan pandangan.

Dalam konteks daerah, masyarakat Kota Tarakan dan Kalimantan Utara diajak untuk tetap merawat toleransi serta kebersamaan lintas keragaman suku dan agama. Keberagaman yang dimiliki daerah harus dijaga bersama agar tidak mudah terprovokasi oleh isu politik identitas yang merusak persatuan.

Aditya juga menguraikan konsep kepemimpinan Dasa Raja Dharma yang mencakup sepuluh kebajikan utama, seperti kejujuran, kerelaan berbagi, dan kebebasan dari rasa amarah. Kebajikan-kebajikan moral ini hendaknya menjadi tolok ukur utama bagi masyarakat dalam memilih calon pemimpin masa depan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan kritis dalam menyaring derasnya arus informasi serta berita bohong menjelang pesta demokrasi. Sikap tidak mudah terhasut oleh hoaks menjadi kunci utama untuk memelihara kedamaian di lingkungan keluarga maupun tempat tinggal.

Melalui siaran mimbar keagamaan ini, diharapkan seluruh lapisan umat keagamaan dapat terus menyebarkan cinta kasih serta memperkuat komitmen persatuan nasional. Demokrasi yang sehat pada akhirnya ditentukan oleh kematangan moral serta kejernihan batin seluruh warga negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....