Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Juwata Tarakan

  • 02 Sep 2026 09:31 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memicu gangguan serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara. Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat, menyampaikan perkembangan terkini mengenai kondisi penerbangan tersebut dalam Program Halo RRI di Programa 1 RRI Tarakan pada Rabu (2/9/2026).

Fahruddin mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan tren selama beberapa hari terakhir, kabut asap cenderung menebal pada pertengahan hari. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi jarak pandang (visibility) di sekitar area landasan.

"Pada waktu pagi hari, kondisi penerbangan umumnya masih dilaporkan relatif normal dengan jarak pandang berada di kisaran 3.000 meter. Angka tersebut masih berada di atas ambang batas aman minimal penerbangan." Jelasnya.

Namun, memasuki siang hari sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WITA, ketebalan kabut asap kerap meningkat pesat. Hal ini membuat jarak pandang menurun drastis hingga menyentuh angka 1.000 bahkan 500 meter.

Fahruddin menjelaskan bahwa batas visibility minimal untuk keamanan pendaratan pesawat idealnya berada di kisaran 2.500 meter. Jika jarak pandang berada di bawah angka tersebut, risiko operasional penerbangan akan meningkat.

"Kondisi kabut asap pekat ini mulai dirasakan sejak Minggu (30/8/2026). Namun, dampak signifikan terhadap jadwal penerbangan komersial mulai terjadi sejak Senin (31/8/2026) dan Selasa (1/9/2026)." Ungkapnya.

Penurunan jarak pandang yang ekstrem memaksa sejumlah maskapai untuk mengambil tindakan antisipasi. Tindakan tersebut meliputi penundaan keberangkatan (delay), penggabungan jadwal penerbangan, hingga pengalihan rute pendaratan.

Pihak pengelola Bandara Juwata Tarakan terus berkoordinasi dengan Stasiun Meteorologi Juwata untuk memantau pergerakan kabut asap dan memastikan seluruh aktivitas penerbangan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....