Kemenag Tarakan Sosialisasi Ajaran Abhinhapaccavekkhana Patha
- 02 Sep 2026 09:30 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kementerian Agama Kota Tarakan melalui Penyuluh Agama Buddha, Aditya Dhammajaya, S.Ag, menyampaikan pemahaman nilai-nilai Buddhis di tengah dinamika masyarakat modern dengan topik utama yang diangkat adalah makna mendalam di balik ajaran Abhinhapaccavekkhana Patha di Pro 1 Tarakan.
Dalam pembukaannya, Aditya menyampaikan bahwa tradisi membaca paritta ini di wihara bertujuan melatih kesadaran penuh atau sati. Kelima perenungan tersebut menuntun umat agar tidak terjebak dalam kelalaian hidup seolah waktu tidak terbatas. Menurutnya, latihan ini membantu seseorang menata ulang prioritas hidup secara lebih bijaksana.
Terkait kesehatan dan kondisi fisik, Aditya mengajak masyarakat untuk melihat sakit sebagai proses alamiah, bukan ajang penyesalan. "Perenungan ini membantu kita menerimanya sebagai bagian dari kehidupan, bukan sebagai hukuman," ungkapnya. Kesadaran ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa hormat terhadap para tenaga medis yang bertugas merawat pasien.
Aditya kemudian mengulas kisah Kisa Gotami yang belajar menerima kematian anak tercintanya setelah menyadari semua keluarga pernah mengalami duka serupa. "Kematian bukan akhir dari cerita, melainkan titik di mana kamma seseorang melanjutkan perjalanannya," ucap Aditya. Ia menegaskan bahwa duka atas kehilangan adalah hal yang wajar namun perlu dijalani dengan pemahaman.
Prinsip kamma juga ditegaskan sebagai bentuk ajaran yang aktif dan berorientasi pada tindakan nyata hari ini. "Ajaran kamma bukan ajaran pasrah pada nasib," ucap Aditya. Tindakan positif yang dipilih saat ini memegang peranan kunci dalam membentuk kualitas kehidupan yang akan datang.
Dalam konteks sosial di Tarakan, Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak merusak kebersamaan yang ada. Perbedaan keyakinan dipandang sebagai bagian kecil dari perjalanan hidup yang sebetulnya menuju akhir yang sama. Sikap toleransi menjadi hal mutlak dalam merawat persatuan di tengah heterogenitas warga.
Mengakhiri siarannya, Aditya mengimbau masyarakat agar senantiasa berbuat baik tanpa menunda kesempatan yang dimiliki. "Satu-satunya bekal yang benar-benar kita bawa ke mana pun adalah perbuatan baik," pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....