Bank Indonesia Boyong Karya Kreatif Benuanta ke Bulungan
- 27 Agt 2026 11:21 WIB
- Tarakan
Poin Utama
- Karya Kreatif Benuanta
RRI.CO.ID, Tarakan - Penyelenggaraan ajang tahunan Karya Kreatif Benuanta (KKB) 2026 resmi keluar dari zona nyaman Kota Tarakan dan dipusatkan di Lapangan Bunda Hayati, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026.
Langkah strategis perpindahan lokasi acara ke Kabupaten Bulungan diinisiasi langsung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara guna memperluas jangkauan sinergi lintas daerah. Analis Junior Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM dan Syariah BI, Fadali Irfan, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil agar Bank Indonesia tidak terlalu identik dengan kegiatan yang hanya berpusat di Tarakan saja. "Kebetulan tahun ini tidak ada Benuanta Fest, maka dari itu kita merangkul stakeholder juga di Tanjung Selor, bagaimana caranya supaya KKB ini bisa kita hadirkan sehingga Bank Indonesia tidak terlalu identik dengan oh kegiatannya di Tarakan aja nih," ujarnya.
Melalui semangat tema utama "Kreasi Benuanta: Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi Masa Depan", perhelatan akbar edisi ketujuh ini dikemas dengan konsep yang jauh lebih segar dan meriah menyerupai pasar malam bernuansa modern. Irfan menambahkan bahwa fokus tahun ini memang bergeser ke arah hiburan rakyat yang festif tanpa meninggalkan substansi pemberdayaan ekonomi kreatif bagi masyarakat luas di Kaltara.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 143 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pilihan di seluruh penjuru Kaltara dilibatkan secara aktif dalam pameran ini. Penataan stan pedagang juga dibuat sangat interaktif dan tematik dengan membagi ke dalam beberapa zona khusus, seperti Island Citra Benuanta untuk produk wastra dan busana, Island Cemilan Benuanta untuk kuliner ringan, hingga Cangkir Benuanta bagi penikmat kopi lokal khas Bumi Benuanta.
Selain pameran produk unggulan, ajang KKB 2026 juga menghadirkan daya tarik unik berupa replika atau stan khusus Museum Bank Indonesia (MUBI) yang didatangkan langsung dari Jakarta. Kehadiran MUBI ini memberikan kesempatan edukatif bagi pelajar dan masyarakat umum di Tanjung Selor untuk mengenal lebih dekat sejarah peredaran uang Rupiah serta evolusi sistem keuangan nasional tanpa harus bepergian jauh ke ibu kota negara.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan adanya beragam hiburan dan kompetisi menarik yang melibatkan partisipasi aktif publik, seperti lomba yel-yel pramuka tingkat SMA sederajat, lomba kreasi kudapan berbahan pangan lokal, hingga pasar murah yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 28 dan 29 Agustus. Terkait mekanisme menonton konser musik penutup, Irfan menegaskan bahwa konser tersebut terbuka gratis untuk umum namun ada apresiasi khusus bagi pembeli produk lokal. "Jadi sebetulnya konsernya itu gratis, tapi bagi Bapak Ibu teman-teman semua yang ingin menonton paling depan, kita menyediakan slot yang sangat terbatas dengan minimal belanja seratus ribu rupiah di booth UMKM dan ditukarkan dengan gelang khusus," jelasnya.
Puncak kemeriahan festival ini dipastikan bakal memanjakan ribuan penonton lewat penampilan spesial musisi papan atas nasional, Pamungkas, pada malam tanggal 27 Agustus di Lapangan Bunda Hayati. Kolaborasi apik antara pemerintah daerah, perbankan, komunitas kreatif, dan masyarakat ini diyakini mampu mendongkrak transaksi ekonomi secara signifikan sekaligus mengangkat martabat produk lokal Kaltara ke kancah nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....