Penyuluh Kehutanan Ajak Warga Tarakan Stop Buka Lahan Dengan Membakar

  • 26 Agt 2026 14:31 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Penyuluh Kehutanan Ahli Madya, Miftahul Ulum, terus mengedukasi warga agar menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar. Imbauan ini gencar dilakukan mengingat dampak kerusakan lingkungan akibat karhutla sangat besar bagi masyarakat.

Menurut Ulum, vegetasi semak belukar dan pakis di kawasan hutan lindung Tarakan sangat rentan terbakar saat kemarau. Rendahnya kadar air pada tanaman ini secara otomatis memicu percepatan penjalaran api di lapangan.

Pihaknya mencatat sekitar 90 persen pemicu karhutla di kawasan hutan disebabkan faktor kelalaian maupun kesengajaan manusia. Kebiasaan keliru seperti membuang puntung rokok atau membakar rumput sering memicu bencana besar.

"Bakar lahan memang menjadi metode pembersihan yang murah, namun kerugian ekologis yang ditimbulkan jauh lebih mahal. Hutan di Tarakan berperan membentuk iklim mikro dan menjaga keberlangsungan fauna endemik daerah." Ungkap Miftahul Ulum dalam Program Dialog Interaktif Tarakan Siang ini di Programa 1 RRI Tarakan.

Menurutnya guna menekan biaya penanganan bencana, penyuluh fokus pada upaya pencegahan dini di pemukiman sekitar kawasan. Tim rutin berkeliling memberi pemahaman agar pembukaan lahan dilakukan secara mekanis tanpa api.

"Alternatif pembukaan lahan tanpa bakar dapat dilakukan dengan memotong rumput serta mengolah sisa tanaman menjadi pupuk organik. Cara ini memang membutuhkan proses lebih panjang, tetapi terbukti jauh lebih aman bagi lingkungan." Jelas Ulum.

Dinas Kehutanan juga memfasilitasi pembagian bibit tanaman gratis bagi masyarakat yang ingin mengelola lahan secara produktif. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat penutupan lahan kosong dan meminimalisir potensi bahaya kebakaran.

Hutan lindung digambarkan sebagai benteng terakhir resapan dan pasokan air bersih bagi masyarakat Kota Tarakan. Jika vegetasi benteng tersebut rusak terbakar, kelangsungan hidup warga masa depan akan terancam hebat.

Ulum mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian dengan segera melaporkan indikasi titik api kepada petugas terdekat. Sinergi masyarakat dan petugas menjadi faktor penentu pencegahan maraknya bencana karhutla di Tarakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....