Jembatan Garuda Diresmikan, Bantu Warga Pangkas Jarak Tempuh

  • 14 Agt 2026 00:01 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN : Senyum bahagia kini menghiasi wajah warga RT 03 dan RT 11, Kelurahan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara. Penantian terhadap akses penghubung akhirnya terwujud setelah Jembatan Garuda resmi digunakan, Kamis (13/8/2026).

Kehadiran jembatan tersebut bukan sekadar menambah infrastruktur di Kota Tarakan. Bagi warga, Jembatan Garuda menjadi jalur baru yang mampu memangkas waktu dan jarak tempuh. Sekaligus membuka akses yang lebih cepat bagi aktivitas ekonomi sehari-hari.

Peresmian Jembatan Garuda di Juata Kerikil berlangsung istimewa karena dilakukan serentak bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui video teleconference. Presiden didampingi Panglima TNI, Kapolri, jajaran kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Secara nasional, program tersebut mencakup 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih, sebagai bagian dari upaya memperluas akses infrastruktur dasar bagi masyarakat.

Di Tarakan, Jembatan Garuda di RT 03, Juata Kerikil, menjadi proyek perdana yang telah rampung 100 persen dan langsung diresmikan untuk digunakan masyarakat.

Komandan Kodim (Dandim) 0907/Tarakan, Letkol Inf Danan Wisnubrata, mengatakan pembangunan jembatan merupakan bagian program infrastruktur yang tengah dikerjakan di Kota Tarakan. “Hari ini kita resmikan, kita launching. Untuk Kota Tarakan baru satu di RT 3 ini yang 100 persen. Tetapi kita juga mengerjakan masih ada lagi 12 titik, yang satu Aramco, yang 11 jembatan beton. Itu tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Tarakan,” ujarnya.

Selain pembangunan jembatan, program tersebut juga mencakup pembangunan satu titik sumur bor di Binalatung untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.

Danan menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan tidak dilakukan secara sembarangan. Kebutuhan dan laporan langsung dari masyarakat menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas pembangunan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan kebutuhan infrastruktur di wilayah masing-masing melalui Babinsa. “Berdasarkan laporan warga dan kebutuhan dari warga. Makanya warga silakan melaporkan ke para Babinsa yang ada di kelurahannya masing-masing,” katanya.

Menurutnya, program yang dapat diusulkan masyarakat cukup beragam, tidak hanya pembangunan jembatan. Kebutuhan perbaikan pesantren, panti asuhan, rumah tidak layak huni hingga tempat ibadah juga dapat disampaikan untuk ditindaklanjuti sesuai program dan kebutuhan.

Dampak pembangunan Jembatan Garuda paling nyata dirasakan warga dalam aktivitas sehari-hari. Sebelum jembatan tersedia, masyarakat harus mengambil jalur memutar untuk mencapai wilayah tujuan. “Alhamdulillah, dengan jembatan ini masyarakat bisa mempersingkat perjalanannya sejauh 6 sampai 7 kilometer. Yang sebelumnya harus memutar ke daerah Danyon, tapi dengan adanya jembatan ini bisa lebih singkat,” ungkap Danan.

Dandim mengungkapkan terdapat perbedaan konstruksi antara jembatan Aramco dan jembatan beton yang dibangun dalam program tersebut. “Kalau Aramco itu ada gorong-gorong besi di bawahnya. Kalau jembatan beton, besi langsung melintas di atas sungai sehingga di bagian bawahnya tidak ada halangan sama sekali,” jelasnya.

Dengan beroperasinya Jembatan Garuda, warga Juata Kerikil kini memiliki akses yang lebih dekat, cepat dan efisien. Infrastruktur yang sebelumnya menjadi kebutuhan mendesak masyarakat itu akhirnya hadir dan mulai memberikan manfaat nyata. (CRZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....