MBG Dihentikan, Ribuan Warga Tarakan Terdampak Geruduk DPRD
- 25 Jun 2026 17:02 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Tarakan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan pada Kamis (25/6/2026).
Aksi massa ini dipicu oleh dihentikannya operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah yang dinilai berdampak sistemik terhadap perekonomian warga lokal.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Setyawan, memperkirakan massa yang hadir mencapai ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada ekosistem program tersebut. "Massa yang turun kurang lebih ada sekitar lima ribuan orang," ujarnya saat diwawancarai awak media di lokasi aksi, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, aliansi ini terdiri dari berbagai kelompok masyarakat yang terlibat langsung dalam rantai pasok maupun pelaksanaan program MBG di Tarakan. Meliputi mitra dan relawan MBG, nelayan, petani, pelaku UMKM, hingga para pedagang lokal.
Menurutnya, penghentian operasional MBG selama tiga minggu masa libur sekolah ini langsung memukul sektor hulu, terutama para petani lokal.
"Contohnya sekarang petani yang lagi panen sayur sama semangka. Karena tiga minggu ini tidak ada operasional, otomatis harga komoditas mereka turun drastis karena kehilangan serapan pasar utamanya," jelas Setyawan.
Tidak hanya sektor pertanian dan perdagangan, dampak nyata juga dirasakan para relawan yang bertugas memproses dan mendistribusikan program makanan gratis ini.
Setyawan meluruskan bahwa status operasional program ini bukan "ditutup permanen", melainkan diistirahatkan selama libur sekolah. Namun, jeda tiga minggu tanpa operasional tersebut tetap menjadi pukulan telak bagi dapur para relawan.
"Dampak pertamanya ke relawan, mereka jadi tidak ada penghasilan. Rata-rata relawan ini kan sebelumnya memang tidak memiliki penghasilan tetap," ungkapnya.
Kondisi ini kian pelik lantaran banyak relawan yang telah menggantungkan perencanaan finansial pada insentif program ini untuk kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk cicilan barang produktif.
"Sementara saat ini, di antara mereka sudah ada yang mengambil kredit motor dan kebutuhan lainnya. Kalau operasional disetop tiga minggu, tentu mereka kebingungan," imbuh Setyawan.
Melalui aksi unjuk rasa ini, Aliansi Masyarakat Peduli Tarakan membawa tuntutan utama agar program MBG tetap dilaksanakan dan berjalan terus meskipun memasuki masa libur sekolah. Hal itu demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat dan keberlangsungan pendapatan para pekerja di dalamnya. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....