Mubes LADK Bulungan: Menjaga Marwah Adat Dayak Kenyah di Era Digital
- 29 Mei 2026 14:36 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TANJUNG SELOR – Tantangan menjaga eksistensi kebudayaan lokal di era modern menjadi sorotan utama dalam Pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Adat Dayak Kenyah (LADK) Kabupaten Bulungan. Hadir langsung di Balai Adat Pemuda Dayak pada Kamis (28/5/2026), Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga marwah adat Dayak Kenyah agar tetap kokoh di tengah gempuran era digital.
Menurut Wagub Ingkong Ala, Mubes ini merupakan momentum krusial. Bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan sebuah wadah strategis untuk merumuskan arah dan langkah lembaga adat dalam menghadapi masa depan yang serba digital.
"Musyawarah besar ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wadah strategis untuk menata kembali arah perjalanan lembaga adat ke depan," tegas Ingkong Ala.
Di hadapan para tokoh adat, Ingkong Ala memaparkan bahwa masyarakat Dayak Kenyah memiliki sikap yang sangat terbuka terhadap kemajuan jaman. Kendati demikian, modernisasi dan pembangunan fisik yang masif tidak boleh sampai menggerus nilai-nilai luhur yang menjadi identitas asli daerah.
“Adat Dayak Kenyah tidak anti terhadap pembangunan. Namun, pembangunan tanpa melibatkan nilai adat dan budaya lokal akan kehilangan fondasinya,” ujarnya mengingatkan.
Untuk itu, Wagub yang juga menjabat sebagai Ketua LADK Kaltara ini mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah memperluas akses pasar produk lokal masyarakat adat lewat platform digital seperti DAD Mart, serta optimalisasi pameran kebudayaan skala regional sekelas Festival Irau.
Selain lompatan ke ranah digital, upaya menjaga marwah adat juga diperkuat dari akar rumput. Pemerintah Provinsi Kaltara memberikan apresiasi tinggi terhadap rencana pengaktifan kembali Sekolah Adat Kenyah di wilayah Long Peso dan sekitarnya.
Sekolah adat ini diproyeksikan menjadi benteng pertahanan budaya sekaligus ruang pembinaan generasi muda. Di sana, generasi penerus akan ditempa dengan keahlian warisan leluhur, mulai dari:
Seni ukir dan anyaman khas Dayak
Alunan alat musik tradisional Sape’
Pengetahuan literasi pengobatan tradisional
Di akhir sambutannya, Ingkong Ala mengajak seluruh pengurus dan anggota LADK Bulungan yang baru untuk membangun organisasi yang solid, transparan, dan bergerak dalam satu komando. Ia berharap lembaga ini menjadi rumah besar bagi seluruh sub-suku Dayak Kenyah dalam menjaga kedaulatan wilayah perbatasan, lingkungan hidup, serta ketertiban umum.
Sebuah pesan mendalam dari leluhur pun digaungkan untuk membakar semangat para peserta musyawarah agar tetap bersatu di era yang penuh perubahan ini.
“Pegang teguh falsafah leluhur ‘Ca Kimet Ca Tawai’—bersatu kita hidup, berpecah kita mati,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....