Waisak Momentum Tepat Untuk Refleksi Diri

  • 28 Mei 2026 19:21 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era menjadi momentum penting bagi umat Buddha di Kota Tarakan untuk melakukan pembaruan batin. Melalui siaran Pro 1 Tarakan, Rudy Pratama, S.Ag., menjelaskan bahwa Waisak bukan sekadar rutinitas perayaan ritual keagamaan tahunan. Lebih dari itu, hari suci yang memperingati tiga peristiwa agung atau Tri Suci Waisak ini merupakan waktu terbaik untuk melakukan introspeksi diri yang mendalam.

Tiga peristiwa agung yang diperingati dalam Tri Suci Waisak meliputi kelahiran Pangeran Siddhartha, tercapainya Penerangan Sempurna, hingga Parinibbāna Sang Buddha. Esensi dari ingatan sejarah ini adalah untuk menginspirasi umat agar terus memperkuat cinta kasih, memperbanyak kebajikan, dan mengembangkan kebijaksanaan. Pesan universal Sang Buddha selalu berorientasi pada pembebasan makhluk hidup dari penderitaan melalui kasih sayang.

Dalam siaran tersebut, Rudy mengutip salah satu ayat suci dari Dhammapada Syair 5 untuk menekankan pentingnya respons positif terhadap kebencian. Ia menjelaskan bahwa membalas kekerasan dengan kekerasan hanya akan memperpanjang rantai penderitaan yang tiada habisnya. Kemenangan terbesar dalam ajaran Buddha bukanlah saat berhasil menaklukkan orang lain, melainkan ketika seseorang mampu mengendalikan ego dan emosi buruk di dalam dirinya sendiri.

"Kebencian tidak akan pernah berakhir bila dibalas dengan kebencian. Kebencian akan berakhir bila dibalas dengan cinta kasih," tutur Rudy saat membacakan sabda Sang Buddha. Prinsip hukum abadi ini diharapkan dapat menjadi pedoman utama bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menyaring pengaruh negatif dari lingkungan luar maupun media sosial.

Pada akhir pemaparannya, Rudy menekankan bahwa menjaga perdamaian dunia harus dimulai dari komitmen pribadi masing-masing individu melalui pikiran, ucapan, dan tindakan yang damai. Langkah nyata tersebut dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana seperti berbicara dengan lembut, menjaga toleransi, dan tidak menyebarkan berita bohong.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....