Memahami Hukum Karma dan Semangat Juang Buddha
- 18 Mei 2026 22:08 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Program Mimbar Agama Buddha di Pro 1 Tarakan mengudara dengan membawa pesan teologis yang mendalam mengenai esensi perjuangan hidup. Dipandu oleh Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Tarakan, Rudy Pratama, S.Ag., siaran bertema “Meneladani Guru Agung Buddha” ini mengupas tuntas bagaimana umat Buddha harus memandang proses, kerja keras, dan tanggung jawab pribadi atas nasib mereka sendiri.
"Keberhasilan sejati dalam hidup—baik secara spiritual maupun material tidak pernah terjadi secara instan. Meneladani Guru Agung Buddha berarti mengadopsi nilai Viriya, yaitu semangat dan usaha yang benar. Sang Buddha sendiri telah memberikan contoh nyata dengan berjuang penuh ketekunan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mencapai Penerangan Sempurna," ungkapnya.
Selain semangat juang, Rudy juga menggarisbawahi tentang pemahaman Hukum Karma. Setiap individu adalah pemilik dari perbuatannya sendiri. Apa yang ditanam, itulah yang akan dituai. Melalui pemahaman yang benar mengenai hukum sebab-akibat ini, umat Buddha diajak untuk tidak menyalahkan faktor eksternal atau nasib baik semata, melainkan fokus pada perbaikan kualitas diri secara konsisten.
Dengan mengintegrasikan pandangan benar (Sammā Diṭṭhi) dan pola pikir benar (Sammā Saṅkappa), umat Buddha diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan tangguh. Kehidupan yang damai dan bermakna hanya bisa diraih jika seseorang aktif memurnikan diri sendiri melalui tindakan nyata.
"Sang Buddha bersabda dalam Dhammapada Syair 165: 'Oleh diri sendirilah kejahatan dilakukan, oleh diri sendirilah seseorang dicemari. Oleh diri sendirilah kejahatan tidak dilakukan, oleh diri sendirilah seseorang dimurnikan.' Ajaran ini mengingatkan bahwa kita sendirilah yang menentukan masa depan kita," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....