Pentingnya Memilih Sahabat Sejati bagi Umat Buddha

  • 18 Mei 2026 21:58 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Lingkungan pergaulan dinilai memiliki andil yang sangat besar dalam membentuk hitam-putihnya karakter seseorang. Hal ini menjadi sorotan utama dalam siaran Mimbar Agama Buddha yang mengudara di Pro 1 Tarakan. Memilih sahabat dan lingkungan yang sehat bukanlah bentuk diskriminasi sosial, melainkan sebuah langkah preventif dan strategis demi menjaga keselamatan moralitas di era yang kian kompleks.

Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Tarakan, Rudy Pratama, S.Ag., mengutip kitab suci Maṅgala Sutta yang menegaskan bahwa menjauhkan diri dari lingkungan yang buruk dan mendekatkan diri pada orang-orang bijaksana adalah sebuah berkah utama. Seseorang yang hidup di tengah lingkungan yang positif akan jauh lebih mudah bertumbuh dalam kebajikan, sementara pergaulan yang salah dapat menyeret seseorang ke dalam penderitaan yang mendalam.

Lebih lanjut, konsep Kalyāṇamitta, yang berarti sahabat yang baik atau sahabat sejati menurut pandangan Buddha. Sahabat yang baik bukan sekadar teman bersenang-senang, melainkan mereka yang memiliki kepedulian spiritual untuk saling mengingatkan. Mencari sahabat yang tepat akan menumbuhkan sifat Hiri (malu berbuat jahat) dan Ottappa (takut akibat perbuatan jahat) sebagai pelindung diri.

Menutup siarannya, Rudy mengajak para pendengar untuk mengevaluasi kembali lingkaran pertemanan mereka. Meneladani Buddha berarti berani mengambil sikap tegas untuk hanya menempatkan diri pada lingkungan yang mendukung perkembangan jiwa yang luhur dan penuh cinta kasih.

"Dalam kehidupan ini, sahabat memiliki pengaruh yang sangat besar. Sahabat sejati adalah sahabat yang mengingatkan saat kita salah, mendukung dalam kesulitan, mengajak pada kebajikan, dan ikut bahagia atas

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....