Tips Ustaz Abdul Malik: Berkurban Bisa Dicicil Mulai Rp100 Ribu

  • 03 Mei 2026 08:47 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Banyak umat Muslim yang merasa belum mampu melaksanakan ibadah kurban karena kendala finansial. Namun, Ustaz Abdul Malik dalam dialog Religi Pagi RRI Tarakan membagikan solusi sederhana agar setiap orang bisa menunaikan sunah muakkad ini setiap tahun.

Ustaz Malik memberikan perumpamaan tentang memindahkan satu truk batu gunung. Jika dilakukan sekaligus dengan kekuatan fisik manusia tentu tidak mungkin, namun jika batu tersebut dipindahkan satu per satu, maka akan terbentuk pondasi bangunan yang kokoh.

"Begitu juga dengan kurban. Jika kita hanya melihat harga hewan kurban yang jutaan rupiah dengan gaji bulanan yang pas-pasan, mungkin terasa berat. Namun, jika kita menabung sedikit demi sedikit, hal itu menjadi sangat mungkin," jelasnya.

Ia menyarankan masyarakat untuk mulai menyisihkan uang secara rutin setiap bulan, misalnya sebesar Rp100.000 hingga Rp300.000. Dengan kedisiplinan menabung selama setahun, biaya untuk membeli hewan kurban atau bergabung dalam kelompok kurban sapi akan terpenuhi.

Lebih lanjut, Ustaz Malik menyentil fenomena gaya hidup modern di mana seseorang mampu mengeluarkan biaya besar untuk hal lain namun enggan berkurban. Ia membandingkan biaya rokok bulanan yang seringkali lebih besar daripada cicilan tabungan kurban.

Ibadah kurban sendiri merupakan perintah langsung setelah perintah salat dalam Surah Al-Kautsar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dimensi sosial dalam Islam, di mana kenikmatan yang kita peroleh harus dirasakan juga oleh saudara-saudara yang membutuhkan.

Ustaz Malik juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW bagi mereka yang mampu namun enggan berkurban. Terdapat peringatan halus agar mereka tidak mendekati tempat salat, yang menandakan pentingnya kepedulian sosial sebagai bukti kesempurnaan iman seorang Muslim.

Daging kurban yang dibagikan merupakan simbol kebahagiaan bersama. Ibadah ini tidak bisa digantikan dengan uang semata, karena ada unsur syiar Islam yang harus dimunculkan melalui kehadiran hewan kurban di tengah-tengah masyarakat.

Dengan niat yang kuat dan perencanaan yang matang, ibadah kurban tidak lagi menjadi hal yang mustahil bagi golongan ekonomi menengah ke bawah. Kuncinya terletak pada kemauan untuk menyisihkan, bukan menunggu sisa dari pendapatan bulanan.

Melalui tausiah ini, diharapkan masyarakat di Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, memiliki semangat baru untuk melaksanakan kurban tahun depan. Segala fasilitas kemudahan yang ada hendaknya dimanfaatkan untuk menyempurnakan ibadah setelah mendirikan salat lima waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....