Peternak Ayam Malinau Keluhkan Masalah Pakan dan Kualitas Jagung

  • 29 Mar 2026 07:55 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Malinau - Di balik suksesnya pemasaran telur lokal di Kabupaten Malinau, para peternak masih menghadapi ganjalan serius terkait ketersediaan bahan baku pakan. Masalah ini berdampak langsung pada stabilitas produksi dan biaya yang harus dikeluarkan peternak.

Edo, peternak asal Desa Malinau Hilir, menyebutkan bahwa ketergantungan pada pakan pabrikan dari luar daerah menjadi beban tersendiri. Jika distribusi terlambat, peternak terpaksa mencari pakan alternatif dengan harga yang jauh lebih mahal.

Selain pakan pabrikan, upaya peternak untuk memproduksi pakan mandiri juga terkendala ketersediaan jagung lokal. Stok jagung yang tidak konsisten membuat proses produksi pakan sering terhenti di tengah jalan.

Persoalan lain yang disoroti adalah kualitas jagung pascapanen. Banyak jagung lokal yang memiliki kadar air tinggi dan belum memenuhi standar kekeringan pakan, sehingga memicu tumbuhnya jamur yang dapat menurunkan produksi telur.

"Kami berharap Dinas Peternakan memberikan pengawasan lebih ketat, terutama pada proses pascapanen jagung. Kualitas jagung yang rendah sangat mempengaruhi kesehatan ayam dan jumlah telur yang dihasilkan," tegas Edo.

Tantangan cuaca yang tidak menentu di Kalimantan Utara juga menjadi perhatian. Perubahan suhu yang ekstrem menuntut peternak untuk lebih disiplin dalam pemberian vitamin guna mencegah penyakit pernapasan pada ayam.

Dukungan pemerintah daerah sangat dinantikan untuk membantu pembinaan peternak lokal. Dengan pendampingan teknis yang tepat, diharapkan hambatan produksi dapat diminimalisir sehingga ketahanan pangan daerah dapat terwujud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....