Bisnis Ayam Petelur Malinau Menjanjikan, Stok Selalu Ludes Terjual
- 29 Mar 2026 07:34 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Malinau – Sektor peternakan ayam petelur di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar. Permintaan pasar yang tinggi membuat para peternak lokal kewalahan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat setiap harinya.
Edo, seorang pemilik peternakan di Desa Malinau Hilir, mengungkapkan bahwa usahanya yang dirintis sejak 2019 kini menjadi tumpuan warga. Awalnya ia hanya memulai dengan 2.000 ekor ayam karena melihat ketergantungan telur dari luar daerah yang kualitasnya sering tidak segar.
Kini, pemasaran telur lokal Malinau sama sekali tidak menemui kendala. Bahkan, konsumen harus melakukan sistem inden atau memesan beberapa hari sebelumnya untuk mendapatkan pasokan telur segar langsung dari kandang.
"Peminatnya sangat banyak, mulai dari pengusaha kue, pemilik warung makan, hingga konsumsi rumah tangga. Pemasaran kami sekarang sistemnya inden, pesan hari ini baru bisa dapat 3-4 hari kemudian," ujar Edo saat diwawancarai RRI.
Meskipun produksi terus berjalan, pasokan telur lokal saat ini masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan Kabupaten Malinau. Hal ini menjadi peluang emas bagi masyarakat lain yang ingin mencoba peruntungan di bidang peternakan.
Namun, Edo menekankan bahwa tantangan utama yang dihadapi peternak adalah ketersediaan pakan. Distribusi pakan pabrikan dari luar daerah seperti Surabaya seringkali terlambat, sehingga meningkatkan biaya operasional peternak lokal.
Ia berharap ke depannya ada sinergi yang lebih baik antara ketersediaan bahan baku lokal dan manajemen distribusi. Dengan potensi pasar yang masih luas, bisnis ayam petelur di Malinau diprediksi akan terus tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....