Kisah Bangkit Mantan Pecandu Narkoba di RRI Tarakan

  • 27 Mar 2026 13:45 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Program "Spada Proaktif" RRI Tarakan menghadirkan kisah inspiratif mengenai kesempatan kedua bagi mantan penyalahguna narkoba untuk kembali produktif. Dialog ini menghadirkan psikolog klinis Rahma Fitra dan seorang penyintas bernama Ilham yang berbagi pengalaman pahit hingga akhirnya berhasil pulih.

Psikolog Rahma Fitra menjelaskan bahwa kecanduan narkoba merupakan penyakit otak kronis yang menyerang sistem saraf dan mengubah struktur kimiawi di otak manusia. Hal inilah yang menyebabkan proses lepas dari jeratan barang haram tersebut menjadi sangat sulit karena fungsi alami tubuh telah mengalami penurunan drastis.

Dalam kesaksiannya, Ilham mengaku mulai terjerumus narkoba sejak tahun 2012 saat bekerja di sektor pertambangan karena menganggap sabu sebagai doping penambah stamina. Namun, penggunaan jangka panjang tersebut justru merusak kesehatannya secara permanen, terutama pada fungsi penglihatan yang kini hanya berjarak maksimal lima belas meter.

Masa paling kelam dialami Ilham pada tahun 2018 ketika ia merasa depresi berat setelah kehilangan pekerjaan dan dikucilkan oleh lingkungan sosialnya sendiri. Di titik nadir tersebut, dukungan dari sosok ibu menjadi kekuatan utama yang memotivasinya untuk berhenti total dan berupaya memperbaiki nasib hidupnya yang hancur.

Proses pemulihan Ilham semakin solid setelah ia bertemu dengan unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di bawah naungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan. Melalui pendampingan rutin, ia merasa kembali memiliki harga diri dan mendapatkan wadah yang tepat untuk mencurahkan segala keluh kesah selama menjalani masa sulit.

Kini, Ilham telah menjalani kehidupan baru yang lebih sehat dan aktif bekerja sebagai juru parkir meskipun dengan keterbatasan fisik pada indra penglihatannya. Ia menekankan bahwa rasa syukur dan penerimaan diri jauh lebih berharga daripada kesenangan semu yang ditawarkan oleh zat-zat terlarang yang merusak masa depan pemuda.

Sebagai penutup, Rahma mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan nyata dan menghentikan stigma negatif terhadap mereka yang sedang berupaya mengambil kesempatan kedua dalam hidup. Kolaborasi antara niat internal individu dan kepedulian lingkungan eksternal menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Utara. (ADR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....