Mengenal Sosok Arnel, Pembatik Disabilitas yang Melukis Asa di Tarakan
- 26 Mar 2026 08:28 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Di balik indahnya corak Batik DRT, tersimpan perjuangan seorang wanita tangguh bernama Amelina atau yang akrab disapa Mbak Lina. Sebagai penyandang disabilitas motorik, Lina membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk tetap berkarya dan mandiri secara ekonomi.
Lina mulai bergabung dengan Batik DRT pada tahun 2019 setelah melihat lowongan kerja di media sosial yang secara terbuka menerima kaum difabel. Tanpa bekal ilmu membatik sedikitpun, ia memberanikan diri untuk melamar dan belajar dari nol di bawah bimbingan Kang Soni.
"Awalnya sangat sulit karena memegang canting saja saya tidak bisa, tapi melihat Pak Soni begitu cepat menggambar motif, saya menjadi termotivasi untuk bisa," ungkap Lina dengan penuh semangat. Dukungan keluarga menjadi faktor utama yang membuatnya terus bertahan hingga saat ini.
Selama bertahun-tahun, Lina belajar memahami berbagai macam teknik, mulai dari menggambar pola hingga proses mencanting yang membutuhkan ketelitian tinggi. Meskipun proses pewarnaan dan pelorotan lilin masih menjadi tantangan baginya, Lina sudah merasa jauh lebih percaya diri dibandingkan sebelumnya.
Kini, Lina mampu menghasilkan motif-motif yang lahir dari imajinasinya sendiri secara random di atas kain. Ia mengaku lebih senang bekerja di butik karena bisa berinteraksi dengan sesama rekan kerja dan anak-anak magang, yang memberikan suasana kerja yang menyenangkan.
Sebelum mengenal dunia membatik, Lina mengaku sebagai pribadi yang tertutup dan kurang percaya diri saat bertemu orang baru. Namun, lingkungan kerja yang inklusif di Batik DRT telah mengubah kepribadiannya menjadi lebih terbuka dan berani menunjukkan potensinya.
Lina berharap kisahnya dapat menginspirasi teman-teman disabilitas lainnya untuk keluar dari zona nyaman dan berani mencoba hal baru. Ia berpesan agar masyarakat tidak sekadar mengasihani penyandang disabilitas, tetapi memberikan dukungan nyata berupa kesempatan untuk bekerja.
Cita-cita Lina ke depan adalah memiliki usaha mandiri, baik di bidang membatik maupun bidang kreatif lainnya. Baginya, membatik bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan untuk membuktikan bahwa setiap manusia, apa pun kondisinya, memiliki asa yang bisa dilukis menjadi kenyataan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....