Tips Ustaz Malik : Raih Kebahagiaan Hakiki Ramadhan

  • 09 Mar 2026 10:54 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Ustaz Abdul Malik Dalam siaran Program Dialog Ramadhan Programa 1 RRI Tarakan berbagi perspektif menarik mengenai bagaimana merasakan rahmat Allah secara nyata. Ia menyebutkan bahwa kebahagiaan seorang mukmin di bulan Ramadhan terbagi menjadi dua: saat berbuka puasa dan saat bertemu dengan Allah di akhirat kelak.

Dalam dialog tersebut Ustaz Abdul Malik memberikan tips dalam menjalankan ibadah malam, khususnya salat Tarawih. Istilah Tarawih sendiri berarti santai atau tenang. Oleh karena itu, mengimbau agar imam masjid menyesuaikan diri dengan kondisi jamaah agar ibadah bisa dinikmati dengan penuh kekhusyukan, bukan dilakukan dengan terburu-buru.

Menariknya, dialog ini juga membahas fenomena sosial seperti berbagi takjil. Meskipun ada kekhawatiran soal sifat riya, Ustaz Malik berpendapat bahwa aksi tersebut tetap harus didukung sebagai bentuk syiar Islam dan media dakwah untuk menunjukkan kepedulian sosial antar masyarakat di Kota Tarakan.

Terkait kewajiban finansial, dijelaskan bahwa zakat dan sedekah adalah satu kesatuan dalam mencari rahmat. Zakat mal merupakan kewajiban bagi yang mampu, namun bagi yang belum mencapai nisab, sedekah sekecil apa pun—bahkan senyuman—tetap dinilai sebagai ibadah yang mulia di mata Allah.

Ustaz Malik juga menjawab pertanyaan unik mengenai hukum menonton konten makanan di media sosial saat berpuasa. Beliau menjelaskan bahwa melihat gambar atau video makanan tidak membatalkan puasa, namun bisa menjadi ujian kesabaran. Semakin berat tantangannya, semakin besar pula pahala yang didapatkan.

"Bagi ibu-ibu yang memasak, memberikan keringanan bahwa mencicipi masakan di ujung lidah untuk memastikan rasa diperbolehkan dalam fiqih. Hal ini bertujuan agar hidangan berbuka untuk keluarga tetap layak dinikmati, asalkan makanan tersebut tidak sampai tertelan ke tenggorokan,"Ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan saat berbuka. Berbuka dengan yang manis sangat dianjurkan untuk memulihkan energi, namun harus tetap dalam batas kewajaran. Prinsip "jangan berlebih-lebihan" harus tetap dipegang agar ibadah puasa tetap membawa manfaat kesehatan bagi tubuh.

Di akhir dialog, Ustaz Malik mengajak generasi muda Tarakan untuk terus belajar memahami agama. Ramadhan harus dijadikan sekolah untuk membersihkan hati dari sifat syirik dan iri hati. Dengan hati yang bersih, rahmat Allah akan mengalir lancar dalam setiap langkah kehidupan kita sehari-hari.

Rekomendasi Berita