Andika Ramdani: Pemuda Tarakan yang Ubah Modal 300 Ribu Jadi Brand Hits

  • 09 Mar 2026 10:32 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan – Siapa sangka, sebuah brand fashion yang kini digandrungi anak muda Tarakan bermula dari modal nekat sebesar Rp300.000. Itulah kisah Andika Ramdani, sosok di balik Glasswood Club, yang hadir menginspirasi dalam segmen spesial Ramadan program "Kapa" (Karya Paguntaka) di Pro 2 RRI Tarakan

Andika bercerita bahwa ia memulai bisnisnya pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020. Saat itu, ia memanfaatkan hobinya membuat konten untuk menjual produk orang lain. Meski sempat mengalami pasang surut hingga bisnisnya terhenti sejenak, semangatnya kembali bangkit saat ia menempuh pendidikan desain komunikasi visual di Bandung.

"Kuliah di Bandung sebenarnya 'kedok' untuk belajar industri fashion lebih dalam," candanya. Di kota kembang itulah ia mulai membangun sistem produksi Glasswood Club yang lebih profesional. Ia membawa napas streetwear Bandung ke tanah kelahirannya, Tarakan, dan ternyata mendapat sambutan yang luar biasa.

Uniknya, Andika menekankan pentingnya personal branding. Ia aktif mengelola akun Instagram dan TikTok brand-nya sendiri. Ia percaya bahwa di era digital, kepercayaan pelanggan dibangun lewat transparansi proses produksi. Konten-konten di balik layar seringkali justru lebih menarik minat pembeli dibanding sekadar foto katalog.

Menghadapi musim Lebaran, Andika mengaku kewalahan memenuhi permintaan. Koleksi eksklusifnya seringkali ludes dalam hitungan hari. Baginya, ini adalah bukti bahwa anak muda sekarang lebih bangga memakai produk lokal yang memiliki identitas kuat daripada sekadar mengikuti tren brand besar yang masif.

Andika juga berbagi tips gaya Lebaran bagi mereka yang ingin tetap simpel namun stylish. Ia menyarankan gaya minimalis dengan sentuhan detail yang kuat. "Pakailah pakaian yang membuatmu nyaman, jangan takut dihakimi orang lain," pesan Andika kepada para pendengar Pro 2 RRI Tarakan.

Selain di Tarakan, pesanan Glasswood Club kini telah merambah hingga ke Surabaya, Makassar, bahkan Papua. Pencapaian ini diraih tanpa mengandalkan modal besar di awal, melainkan kekuatan konsistensi dalam berkarya dan kemauan untuk terus belajar dari kegagalan yang pernah dialami.

Kisah Andika menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh seberapa besar modal awal, melainkan seberapa besar keberanian untuk memulai. Di momen Lebaran ini, ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung UMKM lokal agar ekspor kreativitas dari daerah semakin berkembang pesat.

Rekomendasi Berita