Tanam Jagung Serentak di Bumi Rahayu, Polda Kaltara Genjot Realisasi Lahan Pangan
- 07 Mar 2026 19:11 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor - Polda Kaltara terus mendorong percepatan program ketahanan pangan melalui kegiatan tanam jagung serentak yang dilaksanakan di Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy didampingi Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Andries Hermanto serta jajaran Pejabat Utama Polda Kaltara.
Tanam raya ini juga diikuti unsur Forkopimda dan dilaksanakan serentak secara nasional melalui pertemuan virtual yang dipimpin Kapolri.
Kapolda Kaltara menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Program ini adalah bentuk nyata dukungan Polri terhadap agenda besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan bahwa sektor pertanian, khususnya jagung, bisa terus berkembang di daerah,” ujar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.
Ia menjelaskan, di Kaltara terdapat potensi lahan ketahanan pangan yang cukup besar untuk pengembangan jagung. Lahan tersebut dikelola bersama masyarakat dan kelompok tani yang menjadi mitra binaan Polda Kaltara.
“Secara keseluruhan potensi lahan yang telah kita identifikasi untuk program ketahanan pangan mencapai 808,1 hektare dan melibatkan sekitar 193 kelompok tani binaan,” jelasnya.
Namun demikian, Kapolda mengakui realisasi penanaman jagung hingga triwulan pertama tahun 2026 masih jauh dari target yang ditetapkan.
“Hingga Triwulan I tahun 2026, progres penanaman jagung yang sudah terealisasi baru mencapai 66,31 hektare. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar target yang sudah direncanakan bisa segera tercapai,” katanya.
Untuk mempercepat pencapaian tersebut, Polda Kaltara bersama pemerintah daerah dan para petani terus mendorong perluasan lahan tanam melalui berbagai kegiatan tanam serentak.
“Pada hari ini kita melaksanakan penanaman jagung serentak seluas 9,55 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah di Kaltara. Ini merupakan bagian dari langkah percepatan realisasi lahan yang sudah dipetakan,” ungkapnya.
Di lokasi utama Desa Bumi Rahayu, penanaman dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare milik petani bernama Tarmanto.
Kapolda menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah mendukung program tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Bumi Rahayu, Bapak Sri Widodo, serta Bapak Tarmanto dan para petani yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Kolaborasi seperti inilah yang sangat kita harapkan,” ujarnya.
Selain memperluas area tanam, Kapolda juga menyoroti pentingnya dukungan permodalan bagi petani agar produksi pertanian bisa terus meningkat.
Salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Kami juga mendorong para petani untuk memanfaatkan fasilitas KUR. Dengan adanya dukungan pembiayaan ini, petani bisa lebih mudah memenuhi kebutuhan pengolahan lahan, pembelian bibit, hingga pupuk,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan permodalan sangat penting agar petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian mereka.
“Kalau akses modalnya kuat, maka produksi juga akan meningkat. Itu yang kita harapkan, sehingga program ketahanan pangan tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Terkait penyerapan hasil panen, Kapolda menyebutkan bahwa Bulog telah mulai menyerap hasil produksi jagung dari petani di Kalimantan Utara.
“Berdasarkan data yang ada, pada tahun 2026 Bulog sudah menyerap sekitar 4,43 ton jagung dari hasil produksi petani. Sebagian hasil panen lainnya masih dalam proses pengeringan sebelum dipasarkan,” jelasnya.
Ia berharap program tanam jagung yang terus digencarkan ini dapat meningkatkan produksi pertanian daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Kita berharap ke depan produksi jagung di Kalimantan Utara semakin meningkat, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani,” pungkasnya. (rln/sti)