Warga Pantai Amal Keluhkan Lampu Jalan Mati Bertahun-tahun

  • 20 Feb 2026 09:16 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Seorang warga Pantai Amal Supardi mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya, khususnya mengenai penerangan jalan umum. hal tersebut diungkapkan dalam program Halo RRI Tarakan Edisi Jumat 20 Februari 2026.

Ia menyoroti masalah lampu jalan sudah tidak hidup bertahun-tahun tanpa ada perbaikan dari pihak terkait. Hal ini menjadi perhatian serius bagi warga karena sangat membatu warga, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Supardi menjelaskan bahwa lokasi lampu yang padam tersebut berada di wilayah RT 15, dekat dengan area persekolahan. Kondisi jalan yang gelap di malam hari tentu menimbulkan kekhawatiran bagi warga yang melintas, baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan berkendara. Ia merasa masalah ini seolah terabaikan meski sudah berlangsung cukup lama.

"Keluhan mengenai lampu jalan ini sebenarnya sudah sering disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk melalui forum resmi seperti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menyalakan kembali lampu-lampu tersebut," Ungkap Supardi.

Selain masalah lampu, Supardi juga menyinggung kondisi jembatan di wilayahnya yang hanya ditimbun tanah secara darurat. Kondisi jembatan tersebut dinilai sangat rentan karena material tanah penimbun sering terkikis oleh hempasan gelombang air laut. Jika dibiarkan, akses jalan tersebut terancam putus kembali dalam waktu dekat.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi membangun jembatan permanen yang lebih kokoh. Penanganan yang bersifat tambal sulam dianggap tidak efektif karena warga harus terus-menerus menghadapi risiko kerusakan infrastruktur yang berulang setiap kali gelombang besar datang.

Supardi mengakui menggunakan kanal informasi publik seperti RRI untuk menyuarakan keresahannya dengan harapan pesan tersebut sampai ke telinga pengambil kebijakan. Ia menegaskan bahwa warga sangat membutuhkan perhatian pemerintah daerah untuk memperbaiki fasilitas dasar yang menunjang aktivitas harian mereka.

Keresahan warga Pantai Amal ini menjadi potret tantangan pembangunan infrastruktur yang belum merata di beberapa titik kota. Menjelang bulan puasa, penerangan jalan menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang akan meningkatkan aktivitas ibadah di malam hari. Pemerintah diharapkan segera merespons tuntutan ini demi pelayanan publik yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....