Puluhan Peternak Ayam Datangi DPRD Tarakan Keluhkan Kebijakan MSJ

  • 05 Jan 2026 13:38 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Puluhan peternak ayam mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan, Senin (5/1/2026).

Peternak ayam pedaging ini untuk mengeluhkan kebijakan agen baru, MSJ yang menerapkan sistem kemitraan skala nasional yang dinilai merugikan peternak lokal.

Pasalnya dengan sistem itu, MSJ menurunkan harga kontrak pembelian ayam kepada peternak yang menjadi mitranya menjadi Rp25 ribu/kg. Sedangkan harga kontrak yang diterapkan agen selama ini, Rp31 ribu/kg.

Keluhan itu diisampaikan Ketua Koperasi Produsen Peternak Ayam Pedaging Tarakan (KPPAPT), Sahak Maruntung Sipahutar kepada awak media usai pertemuan.

"MSJ yang baru ini menerapkan skala nasional dengan harga kontrak yang sangat rendah. Kalau kontrak agen yang lama Rp31 ribu, agen yang baru ini atau MSJ, kontraknya ke plasma hanya Rp25 ribu," beberapa Sahak Maruntung.

Yang dikhawatirkan, agen lain akan ikut menurunkan harga kontrak karena merasa tersaingi. Sehingga imbasnya akan dirasakan peternak yang berpotensi kehilangan pendapatan hingga 70 persen.

"Ancaman bagi kami diperlakukan nanti sama. Agen kami akan turunkan juga harga kontrak bukan lagi Rp31 ribu. Apabila misalnya harga Rp27 ribu berubah kontraknya, kami akan kehilangan sekitar 30℅ sampai 70% dari harga kontrak sebelumnya. Itulah yang menjadi kerisauan kami sehingga kami menyurati bapak-bapak dewan," keluh Sahak Maruntung.

Jumlah plasma atau peternak ayam pedaging di Tarakan, menurut Sahak Maruntung, lebih dari 200 peternak. Diduga 40 di antaranya menjadi mitra MSJ. Sisanya terbagi di agen Naga Jaya, Melati dan Mandiri.

"Kami cuma menginginkan harga tetap mengikuti kontrak lama," pinta Sahak.

DPRD Tarakan merekomendasikan membentuk tim untuk mengecek ke lapangan. Hasilnya akan dibahas dalam rapat lanjutan yang diagendakan Jumat nanti. Termasuk kemungkinan menerapkan tarif batas bawah dan batas atas.

Menanggapi hal itu Sahak Maruntung berharap ada kesepakatan yang dicapai semua pihak di pertemuan selanjutnya. Sehingga tidak merugikan peternak.

"Mudah-mudahan ada kesepakatan tentang ini. Ya kita lihat saja nanti," harap Sahak Maruntung. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....