Pemudik Kaltim Serbu Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Ribuan Penumpang Berangkat
- 17 Mar 2026 11:25 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor : Arus mudik Lebaran di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan penumpang tidak hanya berasal dari wilayah Bulungan, tetapi juga didominasi pemudik dari Kalimantan Timur yang memanfaatkan jalur Tanjung Selor menuju Tarakan.
Kepadatan penumpang ini dipicu oleh jadwal keberangkatan kapal lanjutan dari Tarakan menuju sejumlah daerah di Sulawesi menggunakan kapal milik PT Pelni.
Kondisi tersebut membuat banyak pemudik dari luar daerah memilih transit melalui Tanjung Selor.
Kepala UPP Kelas II Tanjung Selor, Wujang Sunardi, mengatakan sebagian besar penumpang tambahan berasal dari wilayah Berau, Kalimantan Timur.
Mereka memilih berangkat melalui Tarakan karena di daerahnya tidak tersedia rute kapal Pelni.
“Beberapa penumpang, khususnya dari Berau, mengikuti jadwal keberangkatan kapal Pelni di Tarakan menuju Sulawesi karena di Berau tidak ada kapal Pelni yang masuk,” ujar Wujang.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah pemudik mulai terlihat sejak Jumat lalu.
Dalam sehari, rata-rata sekitar 1.250 penumpang bahkan lebih berangkat dari Pelabuhan Kayan II menuju Tarakan menggunakan armada speedboat.
“Mulai hari Jumat sampai sekarang ada kenaikan jumlah penumpang sekitar 1.250 orang per hari yang berangkat dari Pelabuhan Kayan II,” katanya.
Sebaliknya, jumlah penumpang yang tiba di Tanjung Selor justru mengalami penurunan.
Rata-rata penumpang yang datang melalui pelabuhan tersebut hanya sekitar 800 orang setiap hari.
Meski jumlah penumpang meningkat, pihak pelabuhan memastikan seluruh pemudik tetap terlayani sesuai kapasitas angkutan yang tersedia.
Hingga kini tidak ada penumpang yang gagal berangkat akibat kehabisan tiket.
“Kami menyesuaikan dengan kapasitas yang ada. Sampai sekarang tidak ada pemudik yang tidak mendapatkan tiket karena keberangkatan diatur sesuai kapasitas speedboat,” jelasnya.
Untuk melayani arus mudik, sebanyak 23 armada speedboat setiap hari dioperasikan pada rute Tanjung Selor–Tarakan.
Seluruh armada juga menjalani pemeriksaan yang ketat sebelum keberangkatan guna memastikan keselamatan penumpang.
Selain itu, pihak UPP Kelas II Tanjung Selor menegaskan tidak akan mentolerir adanya penumpang yang tidak tercantum dalam manifest perjalanan.
“Kami tidak mentolerir penumpang yang tidak terdaftar di manifest speedboat. Sebelum keberangkatan semua kapal kami periksa. Sampai hari ini alhamdulillah tidak ada kejadian yang tidak kita harapkan, semuanya berjalan lancar,” pungkas Wujang. (rln/sti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....