Listrik Jadi Titik Kritis RSDSS, Pemkab Bulungan Siapkan Tindak Lanjut

  • 18 Sep 2026 07:23 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Kebutuhan penambahan daya listrik menjadi salah satu persoalan krusial yang terungkap dalam monitoring dan evaluasi (monev) Pemerintah Kabupaten Bulungan di Rumah Sakit Daerah Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena stabilitas pasokan listrik berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan kesehatan.

Monev yang dipimpin Wakil Bupati Bulungan Kilat, tersebut dilakukan untuk melihat langsung berbagai kebutuhan RSDSS, termasuk infrastruktur pendukung pelayanan.

Pihak rumah sakit menyampaikan, kapasitas daya yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan fasilitas, terutama ketika terjadi gangguan atau pemadaman listrik.

“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, tentu ada beberapa hal yang perlu kita tindak lanjuti, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pelayanan dan fasilitas yang menunjang pelayanan masyarakat,” ujar Kilat.

Ia menegaskan, persoalan kelistrikan tidak bisa dipandang sebagai kebutuhan sekunder.

Rumah sakit membutuhkan pasokan listrik yang stabil untuk menjaga berbagai fasilitas pelayanan tetap berfungsi, sehingga gangguan daya berpotensi menghambat operasional apabila tidak diantisipasi dengan baik.

“Yang paling penting adalah bagaimana sarana dan prasarana yang dibangun maupun yang kita adakan ini bisa memberikan manfaat dan mendukung pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam kondisi pasokan listrik terganggu, pengelola RSDSS harus melakukan pengaturan penggunaan daya dengan memprioritaskan ruangan dan fasilitas yang dinilai paling mendesak.

Sementara itu, kapasitas daya alternatif yang tersedia belum sepenuhnya dapat menopang seluruh kebutuhan operasional rumah sakit.

Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan yang dibawa dalam monev untuk dicarikan langkah penanganan.

Pemerintah daerah bersama OPD teknis akan memetakan kebutuhan dan melihat opsi tindak lanjut berdasarkan tingkat urgensi serta kemampuan daerah.

“Kita harus melihat kebutuhan yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung terhadap pelayanan. Jangan sampai persoalan fasilitas pendukung justru menghambat pelayanan kepada masyarakat,” kata Kilat.

Selain kelistrikan, RSDSS juga menyampaikan kebutuhan penataan landscape dan taman.

Penataan kawasan rumah sakit dinilai perlu dilakukan agar lingkungan pelayanan lebih tertata, nyaman dan mendukung pasien, keluarga pasien maupun tenaga kesehatan.

Kilat mengatakan, kebutuhan tersebut tetap harus dilihat secara menyeluruh dan tidak dipisahkan dari prioritas utama pelayanan.

Infrastruktur pendukung harus diarahkan pada fungsi yang jelas serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Semua kebutuhan akan kita lihat berdasarkan skala prioritas, urgensi dan dampaknya. Yang paling penting, fasilitas yang kita bangun dan kita dukung harus benar-benar menjawab kebutuhan pelayanan,” ujarnya.

Monev turut melibatkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bulungan Errin Wiranda serta sejumlah OPD teknis, termasuk Dinas PUPR Kabupaten Bulungan.

Keterlibatan lintas perangkat daerah diperlukan agar persoalan teknis yang ditemukan di lapangan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi dapat segera dipetakan untuk menentukan langkah berikutnya.

Kilat menegaskan pemerintah daerah akan menggunakan hasil monev sebagai dasar evaluasi dalam memperkuat fasilitas RSDSS.

Setiap kebutuhan akan dikaji secara terukur dengan mempertimbangkan urgensi dan dampaknya terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan.

“Monitoring secara langsung diperlukan agar kita memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi fasilitas. Selanjutnya kita lihat skala prioritasnya, mana yang mendesak dan mana yang dapat dilakukan secara bertahap,” pungkasnya. (rln/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....