Inovasi Mesin Cacah Plastik untuk Pengembangan Ecopaving Berbasis Limbah Lokal

  • 21 Jul 2026 11:02 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Borneo Tarakan menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Inovasi Mesin Cacah Plastik Berbasis Analisis Kelayakan Bisnis untuk Pengembangan Ecopaving Berbasis Limbah Plastik Lokal" pada 18–19 Juli 2026 di PMK Mini RT. 28, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.

Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara Universitas Borneo Tarakan dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sejahtera Selumit Pantai dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat mengelola limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi melalui inovasi teknologi tepat guna.

Kegiatan dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Lurah Selumit Pantai, Bapak Erwinsyah, S.Sos., Ketua BKM Sejahtera Selumit Pantai, Rusli, serta masyarakat Kelurahan Selumit Pantai yang menjadi peserta kegiatan.

Tim pengabdian diketuai oleh Kartini, S.E., M.Sc., yang menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dengan penguatan kapasitas kewirausahaan masyarakat sehingga pengelolaan sampah plastik tidak hanya berdampak pada perbaikan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Lurah Selumit Pantai, Bapak Erwinsyah, S.Sos mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Universitas Borneo Tarakan dan BKM Sejahtera Selumit Pantai.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan solusi nyata terhadap persoalan sampah plastik di lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat dikembangkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti dua rangkaian pelatihan utama. Pelatihan pertama membahas analisis kelayakan bisnis yang meliputi pengenalan aspek pasar, perhitungan biaya produksi, kebutuhan investasi, analisis keuntungan, hingga strategi pengembangan usaha ecopaving. Melalui materi ini, peserta dibekali kemampuan untuk menilai kelayakan usaha sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Pelatihan kedua berupa praktik pengolahan limbah plastik menjadi ecopaving menggunakan mesin pencacah plastik yang dikembangkan dalam program ini. Peserta memperoleh pengalaman langsung mulai dari proses pemilahan limbah plastik, pencacahan, pengolahan bahan baku, hingga proses pencetakan ecopaving.

Praktik tersebut memberikan keterampilan teknis kepada masyarakat dalam mengolah limbah plastik lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.

Ketua Pelaksana, Kartini, S.E., M.Sc., menjelaskan bahwa pengembangan mesin pencacah plastik merupakan salah satu bentuk inovasi teknologi yang diharapkan mampu mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kemampuan masyarakat mengoperasikan teknologi, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun usaha yang layak dan berkelanjutan melalui penerapan analisis kelayakan bisnis.

Inovasi Mesin Cacah Plastik Berbasis Analisis Kelayakan Bisnis untuk Pengembangan Ecopaving Berbasis Limbah Plastik Lokal: Dorong Pemberdayaan Masyarakat Selumit Pantai. (Foto : RRI Tarakan/UBT)

Sementara itu, Ketua BKM Sejahtera Selumit Pantai, Bapak Rusli menyampaikan apresiasi atas dukungan Universitas Borneo Tarakan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program pendanaan pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap inovasi yang diperkenalkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha ecopaving berbasis limbah plastik.

Melalui kegiatan ini, Universitas Borneo Tarakan bersama BKM Sejahtera Selumit Pantai berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya inovasi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi dalam mengembangkan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah plastik lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi, ramah lingkungan, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....