Harga Daging Ayam di Solo Anjlok hingga 30 Ribu Perkilo, Ini Penyebabnya
- 16 Jun 2026 12:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Harga daging ayam ras di pasar tradisional Kot Solo saat ini terpantau lebih rendah dibandingkan beberapa pekan lalu. Turunnya harga daging ini ditengarai sudah memasuki bulan Muharram tidak banyak warga yang punya hajat.
Di tingkat pedagang eceran, harga daging ayam berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram. Sementara untuk pembelian dalam jumlah besar atau kulakan dijual sekitar Rp31 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang ayam di pasar tradisional di Jaten Karanganyar, Isti, mengungkapkan bahwa harga ayam sempat mencapai Rp40 ribu per kilogram saat momen Lebaran. Namun, setelah Hari Raya Iduladha, (bulan baik) harga perlahan turun hingga menyentuh Rp30 ribu per kilogram.
| Baca juga: Bosen Daging Kurban, Bubur Ayam Laris |
Menurutnya, penurunan harga berlangsung selama beberapa hari setelah Iduladha. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan ayam dari peternak, sementara permintaan masyarakat tidak mengalami lonjakan yang signifikan.
“Harga daging ayam sekarang 30 ribu , turun sejak hari raya kurban hingga sekarang, Pembeli berkurang mungkin karena menahan tidak membeli ayam. Disamping kebutuhan keperluan dana untuk ana sekolah memasuki tahun ajaran baru," ucap Isti , Senin 15 Juni 2026.
Meski harga sempat turun cukup dalam, dalam sepekan terakhir harga mulai bergerak naik secara perlahan ke kisaran Rp31 ribu hingga Rp33 ribu per kilogram. Namun demikian, harga saat ini masih lebih rendah dibandingkan periode sebelum dan saat Lebaran.
Isti menjelaskan, stok ayam di pasaran relatif aman. Setiap hari dirinya mampu menyediakan hingga satu kuintal ayam yang dipasok dari peternakan mitra. Pasokan yang lancar membuat kebutuhan pelanggan tetap dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.
Di sisi lain, turunnya harga ayam ternyata tidak secara otomatis meningkatkan penjualan. Pedagang mengaku jumlah pembeli masih cenderung stabil dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Mayoritas pelanggan berasal dari pelaku usaha kuliner seperti penjual sate, mi ayam, hingga warung makan yang memang membutuhkan pasokan ayam setiap hari.
Sementara itu, tren kenaikan juga terjadi pada komoditas telur ayam. Pedagang telur di pasar mengungkapkan harga telur telah mengalami kenaikan sebanyak tiga kali dalam beberapa pekan terakhir.
Saat ini, harga telur ayam eceran berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp23.500 per kilogram. Sedangkan telur omega dijual sekitar Rp27 ribu per kilogram.
Pedagang telur, Galih di Pasar Jaten, menjelaskan kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya pakan ternak yang terus naik. Kondisi tersebut membuat peternak harus menyesuaikan harga jual agar usaha tetap berjalan.
Meski harga mengalami kenaikan, pasokan telur masih relatif aman. Namun, Galih menilai daya beli masyarakat saat ini justru mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, sebelum memasuki Tahun Baru Islam atau 1 Muharam biasanya permintaan telur meningkat karena banyak kegiatan hajatan dan pesta pernikahan. Namun tahun ini kondisi pasar justru berbeda.
Aktivitas jual beli di sejumlah pasar terpantau lebih sepi. Bahkan pada pagi hingga menjelang siang hari, jumlah pembeli jauh berkurang dibanding periode yang sama tahun lalu. (Lidia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....