Permintaan Giling Daging Kurban di Boyolali Naik 80 Persen saat Iduladha
- 30 Mei 2026 21:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi usaha penggilingan daging di wilayah Ngemplak, Boyolali. Salah satu pemilik jasa penggilingan daging, Partono, mengaku jumlah warga yang datang untuk menggiling daging kurban meningkat tajam dibanding hari biasa.
Partono mengatakan, pada Hari Iduladha tahun ini, peningkatan pelanggan mencapai sekitar 80 persen. Bahkan sejak pagi hari, warga sudah berdatangan membawa daging kurban untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan olahan.
“Di hari Iduladha ini terhitung sudah ada 28 nomor urut antrean, itu belum yang tadi pagi juga banyak tapi belum memakai nomor urut,” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya, Kamis 29 Mei 2026.
Menurutnya, selama dua hari terakhir masyarakat ramai datang untuk menggiling daging kurban yang nantinya dikonsumsi sendiri bersama keluarga. Sementara itu, pelanggan tetap dari kalangan penjual bakso justru tidak terlihat datang seperti hari biasanya.
“Kalau langganan penjual bakso malah tidak ada yang datang, mungkin mereka sedang libur tidak berjualan,” katanya.
Untuk tarif jasa penggilingan, Partono menjelaskan bahwa pada hari biasa biaya giling daging sebesar Rp25 ribu per kilogram. Namun khusus saat Iduladha tarif naik menjadi Rp30 ribu per kilogram karena sudah termasuk campuran tepung, bumbu, serta jasa pengolahan.
Selain itu, pihaknya juga melayani jasa giling kasaran, yakni menggiling daging tanpa tambahan bumbu maupun tepung sesuai permintaan pelanggan. Beragam jenis olahan daging dapat dibuat di tempat usahanya, mulai dari bakso biasa, bakso premium, bakso pentol, bakso bakar, tahu bakso, sempol, hingga galantin untuk menu sup matahari.
“Tergantung permintaan konsumen. Ada yang minta dibuatkan untuk bakso kuah, tahu bakso, sampai galantin,” ucapnya.
Partono menambahkan, perbedaan antara tahu bakso dan bakso kuah terletak pada komposisi tepung yang digunakan. Pada tahu bakso, campuran tepung lebih banyak dibanding bakso kuah.
Adapun bahan tepung yang digunakan terdiri dari dua jenis, yakni tepung tapioka dan tepung sagu. Selain itu, tersedia pula tepung panir berbahan jagung dengan tekstur lebih kasar yang biasa dipakai untuk pembuatan galantin.
Usaha penggilingan daging Pak Jarwani milik Partono tersebut berada di wilayah Ngemplak RT 03 RW 05, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Lokasinya berada di sebelah barat Asrama Haji Donohudan dan cukup dikenal masyarakat sekitar sebagai tempat pengolahan daging. (Agung TN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....