Bosen Daging Kurban, Bubur Ayam Laris
- 30 Mei 2026 18:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Setelah Hari Raya Iduladha, banyak orang mulai merasa jenuh menyantap olahan daging sapi dan kambing yang tersedia hampir setiap hari. Rendang, sate, gulai, hingga tongseng memang menggugah selera, tetapi jika dikonsumsi terus-menerus, sebagian masyarakat memilih mencari menu yang lebih ringan. Tidak heran jika warung bubur ayam mendadak ramai pembeli beberapa hari setelah pembagian daging kurban. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang gurih menjadi pilihan untuk menyegarkan lidah setelah menikmati berbagai hidangan berbahan daging.
Menurut laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Minggu (30 Mei 2026) fenomena ini cukup menarik karena bubur ayam menawarkan sensasi makan yang berbeda dibanding makanan berat berbahan daging merah. Selain mudah dicerna, bubur ayam juga sering menjadi menu favorit untuk sarapan maupun makan malam. Di sisi lain, masyarakat Indonesia memang masih membutuhkan asupan protein hewani yang seimbang dari berbagai sumber, tidak hanya daging sapi atau kambing. Dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), konsumsi protein hewani nasional masih menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan guna mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Sementara melasnsir Portal Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),meningkatnya kunjungan ke warung bubur ayam setelah Iduladha juga dipengaruhi faktor kenyamanan. Setelah beberapa hari menikmati makanan berlemak dan berbumbu kuat, banyak orang mencari menu yang lebih ringan di perut. Bubur ayam dengan tambahan suwiran ayam, cakwe, daun bawang, dan kuah kaldu hangat dianggap mampu menjadi penyeimbang pola makan. Kondisi ini bahkan sering dimanfaatkan para pelaku usaha kuliner karena permintaan bubur ayam biasanya mengalami peningkatan pada periode pasca-kurban.
Meski demikian, daging kurban tetap memiliki manfaat penting sebagai sumber protein hewani berkualitas. Konsumsinya hanya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tidak berlebihan. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi daging merah tetap dianjurkan dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang. Dengan mengombinasikan berbagai sumber protein seperti ayam, ikan, telur, dan daging merah, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi yang lebih optimal. (Barista_LPU)
Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
- Portal Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....