Sakit Tak Menyurutkan Langkah, Davina Raih Juara 3 FTBI Sumenep
- 30 Sep 2026 13:23 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID Sumenep — Kondisi kesehatan tidak menyurutkan semangat Davina Mufarrohah Sunardi, siswi SDN Panaongan III, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Ajang Talenta Daerah Jenjang SD Tingkat Kabupaten Sumenep Tahun 2026.
Davina berhasil meraih Juara 3 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura dalam ajang yang digelar di SDN Karang Duak I, Kamis (24/9/2026).
Prestasi tersebut terasa istimewa karena Davina mengikuti lomba dalam kondisi kurang sehat. Sebelumnya, ia harus izin tidak masuk sekolah sejak Jumat hingga Sabtu karena menghadiri acara keluarga di Bangkalan dan baru kembali pada Senin.
Setelah tiba di rumah, kondisi kesehatannya justru menurun. Flu yang dideritanya sejak Selasa masih dirasakan hingga malam menjelang keberangkatan lomba.
Meski demikian, Davina tetap berangkat dan mengikuti perlombaan secara luring. Ia berusaha menyelesaikan karya terbaiknya hingga akhirnya namanya diumumkan sebagai salah satu pemenang.
Davina mengaku tidak menyangka dapat meraih juara.
“Saya tidak menyangka bisa juara 3, karena dari hari Jumat sampai Sabtu saya izin tidak masuk karena ada acara keluarga di Bangkalan. Hari Senin baru pulang, tetapi saya dalam kondisi sakit flu sampai menjelang berangkat lomba,” ujar Davina.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para guru SDN Panaongan III yang terus memberikan semangat dan arahan selama persiapan maupun pelaksanaan lomba.
“Saya berterima kasih kepada semua guru di SDN Panaongan III yang telah memberikan semangat dan arahan terbaik sehingga saya bisa juara 3,” katanya.
Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd., yang turut mengantar dan mendampingi Davina dalam pelaksanaan FTBI, mengaku bangga atas capaian tersebut.
Menurut Agus, kondisi kesehatan Davina menjadi salah satu alasan dirinya tidak terlalu memasang target tinggi. Namun, semangat siswinya justru menghasilkan prestasi.
“Saya bangga, haru, dan bersyukur. Terus terang saya sama sekali tidak menyangka Davina bisa juara 3, karena sejak hari Selasa ia sakit flu dan kondisinya masih dirasakan sampai malam menjelang lomba,” ungkap Agus.
Ia menilai prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Davina secara pribadi, tetapi juga bagi sekolah dan Kecamatan Pasongsongan.
“Kami bersyukur dari Kecamatan Pasongsongan, SDN Panaongan III kembali bisa memberikan trofi kejuaraan. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi anak-anak kami untuk terus berkembang,” tuturnya.
Prestasi Davina melanjutkan catatan positif SDN Panaongan III dalam ajang FTBI tingkat Kabupaten Sumenep.
Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah tersebut konsisten mengirimkan peserta didik dan meraih prestasi dalam bidang bahasa dan sastra Madura.
Pada FTBI 2024, SDN Panaongan III meraih Juara 3 Lomba Menembang dan Juara 2 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura tingkat Kabupaten Sumenep.
Pada FTBI 2025, prestasi kembali meningkat. Perwakilan sekolah berhasil meraih Juara 1 Lomba Menembang tingkat Kabupaten Sumenep dan melanjutkan ke tingkat Provinsi Jawa Timur hingga meraih Juara 3 Lomba Menembang FTBI tingkat Jawa Timur.
Sementara pada FTBI 2026, Davina kembali membawa nama SDN Panaongan III melalui Juara 3 Lomba Menulis Cerita Pendek Bahasa Madura tingkat Kabupaten Sumenep.
Bagi SDN Panaongan III, FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa dan budaya daerah.
Agus mengatakan sekolah akan terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya Madura.
“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya mengejar juara, tetapi menumbuhkan keberanian anak untuk berkarya, mencintai budayanya, dan bangga dengan bahasa ibunya,” tegasnya.
Capaian Davina sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan kondisi bukan alasan untuk berhenti berkarya.
Dari sebuah cerita pendek berbahasa Madura, seorang siswi SDN Panaongan III kembali menambah satu cerita dalam perjalanan prestasi sekolah sekaligus ikut menjaga keberadaan bahasa ibu di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....