MCF 2026 Jadi Momentum Pragaan Kenalkan Potensi Desa
- 30 Agt 2026 15:12 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, memanfaatkan ajang Madura Culture Fest (MCF) 2026 untuk memperkenalkan beragam potensi desa kepada masyarakat, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga destinasi wisata alam.
Salah satu potensi wisata yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah Air Belerang Misgilome yang berada di Desa Kaduara Timur. Destinasi wisata berbasis pemandian air belerang hangat itu dipromosikan bersamaan dengan berbagai produk unggulan masyarakat Pragaan.
Camat Pragaan, Indra Hernawan, mengatakan strategi tersebut dilakukan agar promosi produk lokal tidak berhenti pada aspek perdagangan, tetapi juga mendorong masyarakat mengenal dan mengunjungi destinasi wisata yang ada di wilayah Pragaan.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya mengenal kuliner Pragaan, tetapi juga mengetahui potensi wisata yang kami miliki, salah satunya Air Belerang Misgilome di Desa Kaduara Timur,” ujar Indra, Minggu 30 Agustus 2026.
Menurutnya, Misgilome memiliki karakteristik tersendiri karena menawarkan pemandian air hangat yang bersumber secara alami dan memiliki aroma khas belerang. Potensi tersebut kini mulai dikembangkan dengan penataan sejumlah fasilitas pendukung bagi pengunjung.
Pengelola secara bertahap menyediakan fasilitas seperti kamar bilas, gazebo, dan area parkir untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Selain destinasi wisata, stan Kecamatan Pragaan menghadirkan sejumlah produk unggulan masyarakat. Salah satunya La’ang, minuman tradisional Madura yang berasal dari air nira pohon siwalan.
Produk tersebut disajikan kepada pengunjung, termasuk saat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berkunjung ke stan Kecamatan Pragaan.Indra menyebut, Bupati mengapresiasi upaya pemerintah kecamatan menghubungkan promosi produk kuliner dengan potensi wisata.
Menurutnya, pola promosi tersebut dapat menjadi strategi untuk memperluas pengenalan potensi desa kepada masyarakat.
“Bupati mengapresiasi strategi mengaitkan produk kuliner dengan destinasi wisata. Kami berharap konsep ini dapat membuat masyarakat semakin mengenal potensi yang ada di Pragaan,” katanya.
Berbagai produk masyarakat lainnya juga ditampilkan, seperti rengginang, petis, cakrah, serta produk kerajinan berupa ukiran khas Desa Karduluk. Pragaan sendiri memiliki luas wilayah sekitar 57,84 kilometer persegi yang terbagi dalam 14 desa.
Wilayah tersebut memiliki garis pantai sekitar 15,19 kilometer yang membentang di sembilan desa.Potensi pesisir tersebut menjadi bagian dari karakter wilayah Pragaan yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan ekonomi masyarakat, mulai dari sektor kelautan, pertanian, kuliner, kerajinan, hingga pariwisata.
Indra berharap partisipasi Pragaan dalam MCF 2026 dapat membuka peluang lebih luas bagi pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan produk lokal. Ia juga mengajak masyarakat untuk berkunjung langsung ke Kecamatan Pragaan guna mengenal potensi yang ditawarkan.
“Silakan datang ke Pragaan. Kami memperkenalkan dua potensi sekaligus, yakni kesegaran La’ang sebagai produk lokal dan kehangatan Air Belerang Misgilome sebagai destinasi wisata,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....