Gerakan Guru Asuh Nasional

  • 05 Agt 2025 14:26 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Kepala Sekolah Pemimpin Gerakan Guru Asuh Nasional (KS Pengangguran) bukan sekadar komunitas, melainkan sebuah gerakan perubahan yang tumbuh dari keresahan para kepala sekolah di berbagai daerah. Banyak di antara mereka merasa tugas sebagai kepala sekolah terlalu berat, peran kepemimpinan kurang memberdayakan guru dan jabatan kepala sekolah justru dianggap beban, bukan kehormatan. Akibatnya, tidak sedikit guru yang enggan melangkah ke posisi kepala sekolah.

Dari keresahan inilah lahir semangat baru, bagaimana bila sekolah tidak sepenuhnya bergantung pada satu figur kepala sekolah? Bagaimana jika kepala sekolah justru memimpin dengan cara melepas, bukan mencengkeram? Dan bagaimana jika sekolah bisa berjalan dengan sistem autopilot, di mana guru-guru bekerja optimal sesuai bakat dan perannya, sedangkan kepala sekolah menjadi pengarah sistem yang efisien dan mandiri? Inilah semangat yang diusung oleh KSPengangguran—sebuah gerakan yang mendorong kepala sekolah menjadi pemimpin pengasuh.

Pemimpin yang tidak bekerja sendiri, tapi mengasuh, merancang dan melatih guru agar mampu memimpin pembelajaran. Selain itu juga mengambil inisiatif, dan memutar roda sekolah secara mandiri.

Gerakan ini menggunakan lima tahap utama:

1. Tahap Sadar – Menumbuhkan kesadaran kepala sekolah akan pentingnya memberdayakan guru.

2. Tahap Rancang – Merancang sistem dan strategi pengasuhan guru berbasis bakat dan potensi.

3. Tahap Latih – Melatih guru dengan pendekatan yang humanis, adaptif, dan berkelanjutan.

4. Tahap Aksi – Menerapkan model kepemimpinan kolaboratif dan pembagian peran di sekolah.

5. Tahap Tebar – Menyebarkan praktik baik ini ke komunitas sekolah lain agar menjadi inspirasi perubahan yang lebih luas.

KS Pengangguran hadir dengan visi besar: “Menjadi gerakan kepala sekolah pemimpin yang menggerakkan guru melalui pengasuhan, untuk menciptakan sekolah yang mandiri dan memberdayakan.”

Misinya pun jelas dan bertahap:

• Membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kepemimpinan pengasuhan.

• Menyediakan ruang pelatihan, kolaborasi, dan refleksi bagi kepala sekolah dan guru.

• Mendorong sekolah-sekolah menuju sistem manajemen berbasis potensi guru.

• Membangun jaringan pengaruh antar kepala sekolah dalam menyebarkan model kepemimpinan ini secara nasional.

KS Pengangguran bukan gerakan pasif. Ini adalah langkah aktif, konkret, dan sistematis dari para kepala sekolah yang tidak lagi bekerja sendiri, tapi menciptakan sekolah yang bekerja bersama. Sebagaimana semboyan gerakan ini: “Pengangguran bukan karena malas, tetapi karena sudah menuntaskan sistem.”

"Dengan KSPengangguran, kepala sekolah tidak lagi merasa sendiri, dan guru tidak lagi merasa sekadar pelaksana. Bersama, kita bangun sekolah yang bekerja dengan," ujar Andilala, Kepsek SDN Juluk Saronggi, Selasa (5/8/2025). "Bersama, kita bangun sekolah."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....