Mahasiswa PENS Kembangkan AI Pembelajaran Bahasa Isyarat

  • 21 Mei 2026 07:33 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Sekelompok mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan bagi siswa tunarungu. Inovasi tersebut bernama PENSyarat AI dan dikenalkan di SDLB-B Karya Mulya Surabaya, Selasa, 19 Mei 2026. Program itu dirancang membantu siswa memahami kosakata melalui pembelajaran visual berbasis teknologi kecerdasan buatan.

Ketua tim pengembang, Muhammad Ariel Sulton menjelaskan kegiatan sosialisasi melibatkan siswa serta guru pengajar sekolah tersebut. Platform pembelajaran itu memanfaatkan pengenalan gestur Sistem Isyarat Bahasa Indonesia atau SIBI secara real-time. Teknologi tersebut ditujukan bagi siswa SDLB-B tingkat pemula untuk mendukung proses belajar bahasa isyarat.

Ariel mengatakan platform tersebut mampu mendeteksi gerakan tangan pengguna menggunakan teknologi Artificial Intelligence atau AI. Sistem akan memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan gerakan bahasa isyarat yang diperagakan siswa. Siswa kemudian dapat memperbaiki gerakan apabila dinilai belum sesuai standar SIBI yang berlaku.

Pembimbing tim pengembang, Paramita Eka Wahyu Lestari, menyebut inovasi tersebut merupakan pengembangan riset sebelumnya. Menurutnya, mahasiswa terdorong menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan komunikasi anak tunarungu. Pengembangan platform dilakukan untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi serta interaksi siswa berkebutuhan khusus.

Dalam praktiknya, siswa belajar kosakata baru sambil mempraktikkan gerakan bahasa isyarat di depan kamera perangkat. Teknologi AI akan langsung menangkap gerakan dan menampilkan hasil penilaian secara otomatis kepada pengguna. Metode tersebut menciptakan suasana belajar lebih interaktif dan menyenangkan bagi para siswa.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif ketika siswa mencoba platform secara bergantian di depan layar komputer. Para siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran dan mencoba berbagai gerakan bahasa isyarat yang ditampilkan sistem. Guru pendamping turut mendampingi siswa selama proses praktik penggunaan platform berlangsung di ruang kelas.

Guru pendamping kelas empat SDLB-B Karya Mulya, Sriati, mengapresiasi inovasi pembelajaran berbasis teknologi tersebut. Menurutnya, siswa menunjukkan ketertarikan besar meskipun terkadang masih kurang sabar saat mempraktikkan gerakan. Ia berharap pengembangan platform terus dilakukan agar implementasinya semakin efektif bagi kebutuhan pembelajaran siswa.

Kepala SDLB-B Karya Mulya juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa PENS di sekolahnya tersebut. Pihak sekolah berharap platform PENSyarat AI dapat diterapkan dalam kurikulum pembelajaran harian siswa tunarungu. Inovasi tersebut diharapkan membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan rasa percaya diri para siswa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....